(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Mushaful Imam
Nassat Idris, selaku Senior Direktur Terresterial CI Indonesia menyampaikan bahwa misi utama kehadiran CI adalah melindungi hal-hal penting, yang disediakan alam untuk kehidupan, seperti air bersih, udara yang segar, makanan bergizi, iklim yang stabil, mata pencaharian masyarakat dan keindahan alam yang penting bagi manusia untuk berkembang.
“Sumut merupakan daerah dengan sensitivitas tinggi secara ekologis, sehingga kegiatan perbaikan lingkungan sangat penting. Penelitian kami menunjukkan bahwa dari tahun 2001 hingga 2018, Sumut kehilangan tutupan hutan seluas 345 Ribu hektare. Ini sangat disayangkan, Pak,” paparnya.
Untuk membantu pemulihan dan keseimbangan ekosistem di Sumut, CI Indonesia memberikan masukan beberapa langkah yang harus diambil. Di antaranya, termasuk pengembangan wilayah strategis melalui konservasi dan perlindungan tata air, produksi komoditas berkelanjutan, dan restorasi wilayah sensitif, hutan sosial, dan gambut.
“Kita telah banyak menjalin kerja sama dan bermitra dengan pemerintah daerah terkait penerapan konsep pembangunan berkelanjutan ini, jika Pemprov membutuhkan, kita siap untuk membantu menjadi mitra,” pungkas Nassat.