Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dugaan Pencabulan di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat Naik Penyidikan
Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Sukma Sakti)

Langkat, IDN Times - Kasus pelecehan seksual kembali menggemparkan dan mengejutkan warga Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat diduga dijadikan tempat eksekusi yang dilakukan oleh predator alias pelaku sodomi. Pelaku diketahui berinisial ZS (33) dan korbannya bernisial DF (14), seorang siswa yang masih duduk dibangku SMP.

Kasus ini sendiri sudah dalam penyelidikan Unit PPA Sat Reskrim Polres Langkat, sesuai laporan orang tua (ibu) korban DF yang benisial H dan orangtua korban berinisial SR dengan nomor polisi STPL/B/667/XII/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 16 Desember 2023.

1. Sat Reskrim sudah ditingkatkan kasus penyelidikan ke penyidikan

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Bahkan, penyidik Sat Reskrim Polres Langkat telah menaikan status penyelidikan kasus pelaku predator sodomi yang terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Langkat menjadi tahap penyidikan. "Sudah kita naikan statusnya (perkara) ke penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza.

Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Langkat yang menyelidiki perkara itu, disebut akan melakukan gelar perkara, Jumat 5 Januari 2024. Dedi menambahkan, penyidik juga sudah menerima laporan dan melakukan serangkaian proses penyelidikan. "Sudah kami terima laporannya, sudah kami periksa saksi-saksi dan korban," ucap Dedi.

Disinggung apakah terlapor berinisial ZS sudah dilakukan pemeriksaan, diduga belum melakukan pemeriksaan. Pasalnya, terlapor diduga sudah melarikan diri dan meninggalkan Kabupaten Langkat. "Kami sedang berupaya mencari keberadaan terlapor," terang Dedi.

2. Pelaku sempat mengajak kegiatan dan menginap di rumah dinas wakil bupati

Ilustrasi KDRT. (IDN Times/Mardya Shakti)

Kejadian ini bermula saat kegiatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pendopo Jentera Malay, yang berada disekitar kawasan Rumah Dinas Bupati Langkat. Kegiatan itu dilaksanakan pada akhir November 2023 lalu.

Pada waktu itu, pelaku mengajak korban untuk ikut hadir dan menginap di rumah Dinas Wakil Bupati Langkat. Informasi yang diperoleh pelaku disebut-sebut salahsatu panitia penyelenggara kegiatan.

Hal ini diungkapkan oleh ibu korban berinisial H saat ditemui wartawan dikediamannya di Kecamatan Stabat.

"Anak saya diajak ZS (pelaku) untuk nginap di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat. Sebelum pergi pun, anak saya ini sempat pamit sama saya. Pengakuan anak saya, setiba di rumah dinas, anak saya pun mandi untuk membersihkan diri. Tanpa disadari, ZS ternyata merekam anak saya yang sedang mandi," kata ibu korban.

3. Orangtua mengakui tahu aksi usai melihat video yang direkam dan korban diintimidasi

Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Sukma Sakti)

Ibu korban mengakui, video yang direkaman tersebut kemudian ditunjukkan ZS kepada korban. Siapa sangka video itu dijadikan ZS untuk mengintimidasi korban. Ia mengancam akan menyebarkan video, jika korban tak mau melayani nafsu bejat pelaku.

"Anak saya dipaksa untuk menghisap kemaluannya. Kalau anak saya gak mau, dia (ZS) ngancam akan menyebarkan video anak saya sedang mandi," jelas ibu korban dengan nada kesal, sembari menunjukkan sebuah bukti rekaman video.

Tak hanya itu, ZS juga merekam saat korban tengah mengisap kemaluannya. Dan rekaman itu pun dijadikan pelaku sebagai senjata untuk kembali mengancam korban, agar tak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun termasuk orangtua korban.

4. Tidak hanya seorang, pelaku sudah melakukan aksi bejat kepada korban lain

pinterest

Mirisnya lagi, DF bukan satu-satu korban atas prilaku bejat yang dilakukan oleh ZS. Ada korban lainnya berinisial SR (14). Ia juga dipaksa mengisap kemaluan hingga disodomi pelaku di rumah dinas Wakil Bupati Langkat pada saat kegiatan DMDI juga.

Namun SR terlebih dahulu menjadi korban daripada DF. Meski keduanya sama-sama dieksekusi pelaku bejat ini di lokasi yang sama yaitu, rumah dinas Wakil Bupati Langkat. Bahkan SR ternyata sudah tiga kali disodomi pelaku ZS sejak Februari-November 2023.

Selain di rumah dinas Wakil Bupati Langkat, SR disodomi dikediaman pelaku yang berada dikawasan sekolah korban, dan dirumah bibi korban di Helvetia, Deliserdang. Pelaku ZR dan korban SR ini ternyata masih ada sangkut paut keluarga atau saudara. Di mana ayah kandung SR sepupu pelaku.

Korban SR tak berani menceritakan hal ini kepada orangtua. Jika korban memberitahu keluarganya, korban diancam akan dibunuh pelaku ZR. Hingga pada akhirnya, perbuatan pelaku terbongkar dan diketahui masing-masing keluarga korban.

Kedua keluarga korban pun berharap agar pelaku segera ditangkap, dan dihukum sesuai dengan hukuman yang berlaku. "Kami memprediksi, pasti masih ada korban lainnya atas kebejatan yang dilakukan pelaku. Proses hukum harus dilanjutkan, agar tidak muncul lagi korban-korban lainnya," tegas kedua keluarga korban.

Editorial Team

Related Article