Bencana Alam Picu Kenaikan Harga di Sumut, Diprediksi Deflasi November

Medan, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumut mengalami kenaikan pada akhir pekan ini. Berdaasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), untuk wilayah Kota Medan, ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga tersebut.
Adapun kenaikan harga komoditas yakni cabai merah menjadi Rp75 ribu per kg. Kemudian, dari hasil pengamatan langsung di lapangan, harga cabai merah di pasar tradisioanl wilayah Deli Serdang serta sejumlah wilayah dataran rendah lainnya ditransaksikan mulai dari Rp60 ribu hingga Rp75 ribu per Kg.
Demikian halnya juga dengan harga cabai rawit yang sentuh Rp48 ribu per Kg, jelang akhir pekan ini mengacu PIHPS Kota Medan. Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas hortikultura lainnya seperti tomat, buncis hingga wortel. Setelah sejak awal November ini terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas pangan sumber protein seperti daging ayam dan telur ayam.
Pengamat ekonomi, Gunawan benjamin menilai bahwa selama November ini harga daging ayam naik rata-rata 3.5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, harga telur ayam naik sekitar 2.5%, dan bawang merah naik sekitar 4.7%. Ketiga komoditas tersebut menyumbang inflasi pada bulan November ini. Sementara itu, harga cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau alami penurunan.
"Harga cabai merah anjlok sekitar 25% dalam sebulan terakhir, dan harga cabai rawit turun sekitar 1.5%. Ditambah lagi dengan rata-rata penurunan pada komoditas tomat, wortel dan sejumlah komoditas pangan lainnya yang akan menyumbang deflasi. Dilanjutkan dengan rata-rata penurunan harga emas, meskipun satu pekan belakangan ini terpantau alami kenaikan," jelasnya.
Sehingga, menurutnya secara keseluruhan Sumut diproyeksikan akan mengalami deflasi minimal 0.07% pada bulan November ini.
"Jadi, meskipun ada bencana besar yang melanda Sumut dan memicu kenaikan harga. Namun, rata-rata harga di bulan November terpantau lebih rendah dibandingkan dengan sebulan sebelumnya," tutup Gunawan.

















