Simalungun, IDN Times - Sejumlah warga di Simalungun mulai mengeluhkan bantuan yang belum kunjung diterima dari pemerintah di tengah dampak virus corona atau COVID-19 yang telah dialami. Ada warga mengaku tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sementara aktivitas suami sebagai penarik ojek online dan istri sebagai penjual gorengan.
Seperti pasangan suami istri, S Hasibuan dan istrinya T Sidabutar warga Nagori Simpang Pane, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun ini menuturkan, setelah mendapat informasi mengenai adanya bantuan dari pemerintah, mereka sempat mendatangi pangulu atau kepala desa. Hanya saja, upaya itu tidak membuahkan hasil.
"Pangalu mengaku sudah terdata semua, sementara kami belum mendapat batuan. Padahal itu kami harapkan," jelasnya.
Nasib dan keluhan yang sama dirasakan warga di kawasan objek wisata Parapat. Berkisar satu bulan pasca merebaknya COVID-19, kegiatan jasa angkutan Danau Toba tidak jalan dan membuat kebutuhan pokok sulit terpenuhi.
"Bagaimana kita bisa hidup karena satu bulan tidak ada uang masuk. Pemerintah sendiri tak kunjung menyalurkan bantuan," kata Natal Sirait seorang pengemudi kapal tradisional.
