Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Teror Pocong di Riau Ternyata AI, Pelajar Pembuat Konten Ditangkap

Teror Pocong di Riau Ternyata AI, Pelajar Pembuat Konten Ditangkap
Teror pocong di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, ternyata hasil AI (IDN Times/ istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang pelajar SMA di Pelalawan, Riau, diamankan polisi karena membuat dan menyebarkan foto serta video pocong buatan AI yang viral dan menimbulkan keresahan warga.
  • Pelaku mengaku hanya berniat bercanda menakut-nakuti teman saat pemadaman listrik, namun aksinya memicu kepanikan massal di media sosial dan grup WhatsApp warga.
  • Pihak kepolisian memberikan sanksi pembinaan kepada pelaku, sementara ia menyampaikan permintaan maaf terbuka atas konten AI yang menyebabkan ketakutan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pelalawan, IDN Times - Seorang pelajar SMA di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Refan Herdiansyah (16) diamankan pihak kepolisian dari Polsek Pangkalan Kerinci. Adapun sebabnya, dia membuat video dan foto penampakan pocong dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Video dan foto pocong AI itu menjadi viral dan meresahkan warga di Pangkalan Kerinci. Dimana, pocong hasil rekayasa itu, sempat beredar di media sosial dan grup WhatsApp warga.

Atas hal tersebut, pihak kepolisian yang mendapat laporan masyarakat melakukan penelusuran dan mengamankan Refan.

"Kami mendapati keberadaan pelaku dan mengamankannya. Selanjutnya dia menjalani pemeriksaan di Polsek Pangkalan Kerinci," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua, Kamis (28/5/2026).

Kombes Pol Hasyim juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan teknologi digital, termasuk AI, serta tidak membuat maupun menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum.

Diketahui, teror pocong kini tengah melanda di sejumlah wilayah Indonesia. Diantaranya di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

1. Begini kronologinya

ilustrasi pocong (Instagram.com/nadyaarina)
ilustrasi pocong (Instagram.com/nadyaarina)

Peristiwa teror pocong di Pangkalan Kerinci itu, terjadi saat Bumi Lancang Kuning mengalami pemadaman listrik pada Minggu (24/5/2026) malam. Saat itu, sekitar pukul 23.50 WIB, sebuah pesan berantai menyebar cepat di grup-grup WhatsApp warga.

Dalam pesan itu, memuat foto pocong yang berdiri di kegelapan. Saat situasi tengah mati lampu, foto menyeramkan itu memicu kepanikan massal ditengah masyarakat. 

Dalam hitungan jam, narasi mistis tersebut menjadi bola liar di berbagai platform media sosial hingga membuat warga Pangkalan Kerinci ketakutan untuk keluar rumah.

2. Ini tujuan pelaku, polisi berikan sanksi pembinaan

20260503_173132.jpg
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua (IDN Times/ Fanny Rizano)

Diterangkan Kombes Pol Hasyim, dari hasil pemeriksaan, Refan membuat video dan foto pocong itu, tujuannya hanya untuk bercanda dan menakut-nakuti teman-temannya.

"Jadi dia ini tujuannya cuma untuk bercanda dan menakut-nakuti teman-temannya. Dia gak sadar, apa yang dibuatnya itu menimbulkan keresahan ditengah masyarakat," terang Kombes Pol Hasyim.

Setelah menjalani pemeriksaan, dilanjutkan Kombes Pol Hasyim, pihak kepolisian memberikan sanksi pembinaan kepada Refan, agar tidak mengulangi perbuatannya. 

3. Sampaikan permohonan maaf

IMG-20260528-0017.jpg
Refan Herdiansyah, pembuat konten pocong AI saat menyampaikan permohonan maaf (IDN Times/ dok Polsek Pangkalan Kerinci)

Usai menjalani pemeriksaan, Refan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di kantor Polsek Pangkalan Kerinci.

"Saya memohon maaf kepada masyarakat atas konten video dan foto yang saya buat dan membuat kepanikan ditengah masyarakat," ucapnya.

Masih dalam keterangannya, Refan mengaku konten pocong yang beredar luas di media sosial maupun grup WhatsApp, dibuat hanya karena iseng.

"Saya murni hanya iseng bercanda dengan teman saya dan tidak memiliki niat sama sekali untuk membuat kegaduhan," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More