Sudah 4 Hari Antrean BBM Mengular di Medan, Warga Keluhkan Jalan Macet

- Antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU Kota Medan selama dua minggu terakhir menyebabkan kemacetan di berbagai titik, terutama saat jam sibuk.
- Sejumlah warga memilih membeli BBM eceran karena malas mengantre, meski khawatir dengan kualitas bahan bakar yang tidak terjamin.
- Warga berharap antrean BBM segera normal kembali dan khawatir kondisi ini bisa memicu kenaikan harga bahan bakar.
Medan, IDN Times – Antrean panjang kendaraan terjadi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kota Medan sejak empat hari terakhir. Antrean yang mengular hingga ke badan jalan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.
Pantauan di lapangan, salah satunya di SPBU PT Prima Mulia Jaya Abadi jalan Setiabudi Medan, kendaraan roda dua dan roda empat mengantre hingga ratusan meter untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam berangkat kerja dan pulang sekolah. Selain itu terpantau juga di SPBU Jalan Sei Serayu, Jalan Dr. Mansyur dan Jalan Setiabudi Medan.
1. Warga pilih beli ketengan karena malas antre

Salah satu warga, Indah, yang berprofesi sebagai tenaga pendidik, mengaku sudah dua minggu lebih memilih membeli BBM eceran atau ketengan karena antrean di SPBU terlalu panjang.
“Dari kemarin beli ketengan terus, ketengan-ketengan terus karena panjang sekali antreannya, malas mengantri. Ketengan pun enggak tahu entah oplosan entah asli, enggak tahu lah,” ujar Indah saat ditemui di salah satu SPBU di Medan, Minggu, 4 April 2026.
Karena terpaksa, Indah akhirnya memutuskan untuk mengisi penuh tangki sepeda motornya di SPBU. “Sepengetahuan saya sudah dua minggu lebih antrean di SPBU Kota Medan terjadi. Saya pun heran kenapa,” katanya.
2. Konsumsi tiga liter untuk dua hari

Indah menyebut, kebutuhan BBM-nya tidak terlalu banyak karena aktivitasnya hanya dari rumah ke sekolah. Namun, itu pun harus pandai berhemat dengan antrean yang terjadi.
“Tadi saya isi minyaknya 3 liter itu bisa dipakai selama 2 hari, dari rumah ke sekolah, rumah-sekolah gitu saja,” ujarnya.
3. Warga harap kondisi segera normal

Indah berharap antrean BBM di SPBU segera kembali normal. Ia juga khawatir kondisi ini akan berimbas pada kenaikan harga BBM.
“Harapannya semoga kembali normal. Jangan pula nanti sudah antrean begini naik harga BBM,” harapnya.


















