Polisi menangkapi massa pendukung D'Caldera Coffee saat proses eksekusi lahan, Rabu (13/7/2022). (Istimewa)
Untuk diketahui, bentrokan pecah saat proses eksekusi lahan berdasarkan gugatan perkara nomor 79/perdata gugatan/2006/ PNMedan. Para pendukung yang mempertahankan lahan itu kemudian berhadapan dengan kepolisian.
Di lokasi, aparat yang diturunkan, jumlahnya tidak sebanding dengan para pendukung. Ditambah beberapa armada taktis yang juga bersiaga. Massa mendukung John Robert karena dia memiliki sertifikat.
Terjadi aksi tolak menolak antara pasukan polisi dan massa yang berjumlah kurang dari 50 orang.
Kondisi di lokasi memanas. Para pendukung John dan keluarganya tetap menolak. Polisi memecah konsentrasi massa. Pendukung yang kalah jumlah tidak bisa berbuat banyak. Mereka kemudian ditangkapi. Salah seorang massa mendapat luka. Giginya sampai copot karena diduga dipukuli oleh polisi. “Total enam orang yang mengalami luka,” kata Jonni.
Eksekusi tetap dilanjutkan. Seluruh barang barang yang ada di dalam bangunan dikeluarkan. Sementara massa dibawa ke Polrestabes Medan. Jumlahnya mencapai 33 orang. Termasuk John Robert.