Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Bumbu Dapur dan Bahan Pokok Mulai Naik Bahkan Kosong di Banda Aceh

WhatsApp Image 2025-11-29 at 18.47.06.jpeg
Sausana di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Banda Aceh, IDN Times - Harga sejumlah bahan pokok maupun bumbu dapur di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, mulai naik. Ketersediaan barang-barang tersebut mulai menipis bahkan ada pula yang kosong.

Hal itu diungkapkan Zainuddin dan Rian, pedagang bumbu dapur dan Fahri, penjual bahan pokok di Pasar Al Mahirah, kepada IDN Times, Sabtu (29/11/2025).

1. Akses jalan lumpuh sebabkan kenaikan sejumlah harga barang

WhatsApp Image 2025-11-27 at 15.15.06.jpeg
Tangkap layar video banjir dan longsor di wilayah tengah Aceh.

Zainuddin tidak membantah faktor penyebab kenaikan harga barang karena dampak dari banjir serta longsor yang terjadi di sejumlah kabupaten kota di Aceh. Distribusi barang terkendala karena akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

“Semua masih kosong barang karena belum bisa masuk barang akibat transportasi putus,” kata Zainuddin.


2. Tomat hingga daun sop kosong, harga cabai melangit

WhatsApp Image 2025-11-29 at 18.47.05.jpeg
Sausana di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Zainuddin menyampaikan terakhir kali barang-barang kebutuhan dapur masuk ke pasar pada Rabu (26/11/2025). Namun setelah itu, barang-barang tersebut berhenti masuk akibat akses jalan di sejumlah daerah lumpuh akibat banjir dan longsor.

Kondisi ini, kata Zainuddin, membuat harga cabai tidak stabil di pasar dan menyesuaikan ketersediaan barang. Sementara, permintaan cabai lebih tinggi.

“Stok barang yang dibutuhkan misalnya dua ton cabai, akan tetapi hanya ada 200 kilogram. Hal itulah yang membuat melonjak harga,” ujarnya.

Zainuddin sendiri menjual cabai merah kisaran Rp150.000 sampai Rp180.000 per kilogram. Sedangkan cabai hijau, cabai rawit, cabai bencong, dan cabai nano dalam kondisi kosong.

Selain cabai, stok kebutuhan dapur lain yang tidak ada di tempat Zainuddin yakni tomat, timun, wortel, dan kentang.

Kondisi kelangkaan barang dan tingginya harga juga diakui Rian, pedagang lainnya di Pasar Al Mahirah. Ia mengaku harga cabai merah dijual Rp180.000 sampai Rp200.000 per kilogram.

“Bahkan ada juga yang mencapai Rp250.000 per kilogram,” kata Rian.

Untuk cabai hijau, kata Rian, berada di harga tertinggi, yakni Rp150.000 per kilogram. Cabai rawit Rp150.000 sampai Rp200.000 per kilogram dan cabai nano Rp100.000 sampai Rp150.000 per kilogram.

Rian juga mengaku bila sejumlah bahan dapur tidak ada stok. Di antaranya, cabai bencong, wortel, kentang, sop, dan kol.

“Tomat kebanyakan kosong, yang ada masuk dari Sigli. Itu pun dijual Rp 30.000 per kilogram,” ujar Rian.


3. Telur mulai kosong, beberapa bahan pokok mulai naik

WhatsApp Image 2025-11-29 at 18.47.05 (1).jpeg
Sausana di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara itu, Fahri mengatakan harga sejumlah bahan pokok, khususnya telur ayam mulai langka dalam beberapa hari terakhir. Distribusi barang yang terkendala karena banjir, menjadi penyebab.

“Telur kita tidak ada hingga saat ini. Karena di pasaran memang lagi kosong,” kata Fahri.

Dia menyampaikan harga terakhir telur ayam terakhir kali dijual di harga Rp60.000 per papan. Namun, di toko dia hari ini sudah tidak ada lagi stok atau ketersediaan barang.

Sementara itu, untuk telur bebek masih dijual Rp3.200 per butir dan telur puyuh Rp45.000 per papan.

Selanjutnya untuk sejumlah bahan pokok, seperti gula, minyak goreng, tepung, kacang-kacangan, dan beras meski masih stabil akan tetapi berpotensi mengalami kenaikan dikarenakan ketersediaannya mulai menipis.

Gula masih berada di angka Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.000 per kilogram, dan Minyakita Rp17.000 per liter.

Tepung kanji Rp10.000 per kilogram dari sebelumnya Rp9.000 per kilogram. Tepung jagung Rp10.000 sampai Rp11.000 per kilogram.

Kemudian, untuk kacang tanah dari dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram kini menjadi Rp38.000 per kilogram. Kacang hijau saat ini Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp22.600 per kilogram.

Lalu, untuk harga beras masih stabil. Ukuran lima kilogram Rp80.000 per sak, 10 kilogram Rp160.000 per sak, dan 15 kilogram Rp225.000 per sak. 

“Ini kemungkinan akan naik semua, mungkin kalau jalan masih terhambat, khususnya distribusi sembako,” ujar Fahri.


Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Peserta Honda Bikers Day 2025 Bantu Ponpes Darul Azkia

29 Nov 2025, 20:00 WIBNews