Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Anto, Beralih dari Ojol Jadi Sopir Maxride Karena Perubahan Zaman

IMG_20260115_123722.jpg
Anto Nainggolan sebagai sopir bajaj Maxride Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Medan, IDN Times - Satu dari empat bajaj berjejer di sekitaran Stasiun Kereta Api Medan. Duduk dibawah jembatan, Anto Nainggolan bersama teman lainnya berharap orderan cepat masuk, karena dinilai letak lokasi yang mereka pilih ini merupakan lokasi strategis. Untuk targetnya pasti adalah penumpang yang keluar dari Stasiun Kereta Api.

Sejak November 2024, Bajaj Maxride telah beroperasi di Kota Medan. Sehingga, masyarakat Kota Medan memiliki alat transportasi baru dengan roda tiga. Tidak hanya alat transportasi biasa, tapi sudah bertransformasi ke dunia digital menggunakan aplikasi.

1. Penghasilan tidak menentu

IMG_20260115_123731.jpg
Anto Nainggolan sebagai sopir bajaj Maxride Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pria berkaos oblong warna hijau ini, terus melihat layar hp miliknya dengan harapan besar ada orderan yang masuk.

Tepat siang pukul 12:00 WIB, IDN Times bertemu dengannya. Anto menceritakan dirinya selama 7 bulan bekerja menjadi sopir Bajaj Maxride di Kota Medan.

Mengawali cerita, Anto mengatakan penghasilan yang didapat tidak menentu dan beragam.

"Penghasilan tidak menentu, tapi pas-pasan ada lah. Bahkan, pernah gak bawa uang ke rumah," katanya.

2. Ada tiga macam kategori pengeluaran wajib sopir bajaj Maxride

IMG_20260115_123241.jpg
Anto Nainggolan sebagai sopir bajaj Maxride Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dia mengatakan ada 3 macam yang harus dipikirkan setiap harinya diluar dari penghasilan bersih, yakni setoran ke perusahaan karena menyewa bajaj sebanyak Rp85 ribu per hari. Kemudian, BBM, dan potongan penghasilan sebesar 12 persen.

"Penghasilan bisa dapat Rp250 ribu sehari kalau dihitung mulai dari pagi sampai malam, dan itu termasuk minyak (BBM), setoran Rp85 ribu, dan 12 persen itu. Jadi, bawa pulang sekitar Rp80 ribuan itu gak merokok dan beda hitungan makan," sebutnya.

Dia juga pernah menerima penghasilan Rp100 ribu dalam arti kotor. Paling jauh jarak tempuh yang pernah dilalui Anto ke wilayah Binjai dengan tarif harga Rp100 ribu.

"Seperti ini contohnya aku baru dapat Rp50 ribu, mulai dari pagi jam 7 sampai siang sekarang. Untuk setoran aja belum dapat belum lagi makan dan lainnya," sambung Anto.

Sebelumnya, ia merupakan ojek online di Kota Medan. Memilih untuk beralih ke bajaj Maxride dengan alasan mengikuti tren dan melihat adanya potensi.

3. Berharap promo Rp8 ribu tidak berlaku selamanya

IMG_20260115_123654.jpg
Bajaj Maxride di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Terkait promo awal tahun 2026, Bajaj Maxride menarik pelanggan dengan harga Rp8 ribu. Namun, dikatakan Anto, ini tidak menjadi kendala baginya untuk tetap optimis menarik bajaj.

"Istilahnya Rp8 ribu menyesuaikan dengan jarak juga, itu berlaku hanya jarak 3 Km yang kita antar pelanggannya," ungkapnya.

Dia berharap promo subsidi ini tidak berlaku selamanya dan tidak berlebihan.

"Seperti aku tadi dapat orderan, ongkosnya Rp11 ribu tapi dibayar penumpang Rp8 ribu jadi Rp3 ribu itu masuk ke saldo," tutur Anto.

Sejak awal menjadi sopir Bajaj, Anto mengaku tidak pernah ditangkap oleh Dinas Perhubungan.

"Kalau aku belum pernah. Itu mungkin masih diawal saja pengurusan ijin, kalau untuk saat ini kami diberi STNK Bajaj dan izin jalan," jelas Anto yang mendaftarkan diri menjadi sopir Maxride pada tahap ketiga.

Sepinya orderan merupakan kendala dilapangan. Namun, dikatakannya, jika ada kendala di jalan pihak Maxride siap untuk bertanggungjawab.

Dia berharap setoran atau penyewaan bajaj bisa kurang dari Rp85 ribu per hari.

"Semoga bisa kurang lagi, karena untuk mendapatkannya sekarang sudah susah dan ini mulai sepi orderan. Istilahnya menyesuaikan saja, jangan dibalik itu ada pihak yang rugi juga," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Sindikat Perdagangan Bayi di Medan Terungkap, 9 Tersangka Diringkus

15 Jan 2026, 21:00 WIBNews