Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Gejala dan Cara Mencegah Super Flu

gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
Intinya sih...
  • Super Flu adalah varian baru virus influenza dengan penularan agresif
  • Gejala mirip flu biasa tetapi lebih parah, mencegahnya dengan masker dan vaksin flu
  • Menyerang berbagai kalangan, anak-anak dan wanita paling rentan terinfeksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Dalam dunia kesehatan, akhir-akhir ini fenomena penyakit Super Flu menjadi sorotan bagi tenaga kesehatan dan juga publik.

Diketahui Super Flu adalah varian baru virus influenza yang belakangan ini dilaporkan telah masuk ke Indonesia dengan tingkat penularan yang sangat agresif. Meskipun secara medis diidentifikasi sebagai influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K, kecepatan penyebarannya telah memicu perhatian serius dari otoritas kesehatan global dan nasional karena kemampuannya memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IKDAI) cabang Sumatra Utara, dr. Rizky Adriansyah menjelaskan penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa, varian ini bukan sekadar flu biasa. Ada risiko komplikasi yang lebih tinggi pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, pemahaman mendalam mengenai karakteristik virus ini menjadi krusial.

IDN Times rangkum gejala dan cara mencegah Super Flu. Simak berikut ini.

1. Super Flu yang mirip dengan flu biasa tetapi umumnya lebih parah dan bertahan lebih lama

Ilustrasi mengobrol menggunakan masker (freepik.com/Lifestylememory)
Ilustrasi mengobrol menggunakan masker (freepik.com/Lifestylememory)

Rizky menjelaskan, Super Flu merujuk pada varian H3N2 influenza A yang dikenal sebagai subclade K. Penyakit ini telah menyebar secara global sejak akhir tahun 2025. Dia menyebutkan gejala Super Flu yang mirip dengan flu biasa tetapi umumnya lebih parah dan bertahan lebih lama.

Berikut gejala yang umum adalah:

- Demam

- Batuk

- Hidung tersumbat atau pilek

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Kelelahan

"Meskipun gejalanya mirip dengan flu biasa, Superflu dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius pada beberapa individu, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasari," katanya.

2. Cara mencegah Super Flu salah satunya mengenakan masker

illustrasi seorang wanita memakai masker dan headphone di bandara (pexels.com/Anna Shvets)
illustrasi seorang wanita memakai masker dan headphone di bandara (pexels.com/Anna Shvets)

Untuk mencegah penyebaran Super Flu, ada beberapa langkah yang dapat diambil, di antaranya:

- Mengenakan masker: Terutama di tempat umum atau saat berinteraksi dengan orang lain.

- Mencuci tangan secara teratur: Menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer berbasis alkohol.

- Menjaga kebersihan lingkungan: Membersihkan permukaan yang sering disentuh.

- Mendapatkan vaksin flu: Vaksin saat ini tetap efektif dalam mengurangi risiko penyakit serius akibat varian ini.

- Menjaga kesehatan secara umum: Memastikan asupan nutrisi yang baik, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur untuk memperkuat sistem imun.

3. Super Flu dapat menyerang berbagai kalangan didominasi oleh wanita dan anak-anak

Ilustrasi wanita memakai masker di jalan raya (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita memakai masker di jalan raya (freepik.com/freepik)

Menurutnya, Super Flu dapat menyerang berbagai kalangan, tetapi berdasarkan data yang ada, kelompok yang paling banyak terinfeksi adalah wanita dan anak-anak.

"Di rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung, misalnya, pasien yang dirawat terdiri dari bayi, anak-anak, dan orang dewasa berusia 20-60 tahun, dengan beberapa kasus di atas 60 tahun. Ini menunjukkan bahwa meskipun semua orang berisiko, anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin lebih rentan terhadap infeksi," jelas Rizky.

Dia berharap masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan setempat dan nasional mengenai Superflu.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik, karena meskipun virus ini menyebar dengan cepat, tingkat kematiannya relatif rendah dibandingkan dengan beberapa varian COVID-19. Upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini," tutupnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Rico Waas Harap Kontingen Pesparawi Medan Raih Juara di Papua Barat

15 Jan 2026, 06:44 WIBNews