Pekerja Mengaku Upah Macet, Revitalisasi Stadion Teladan Tak Kunjung Selesai

Medan, IDN Times - Proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan hingga kini tak kunjung rampung. Padahal pengerjaan sudah hampir 2 tahun terhitung sejak peletakan batu pertama 6 Februari 2024 oleh Bobby Nasution saat menjabat Wali Kota Medan.
Saat peletakan batu pertama, Bobby menargetkan revitalisasi yang didanai APBN dan APBD ini selesai pada tahun Oktober 2024 agar bisa digunakan sebagai markas klub PSMS Medan. Namun hingga akhir 2024 ternyata tak selesai.
“Saya sudah minta, 15 Januari (2025) pekerjaan itu sudah harus selesai," kata Bobby dilansir Portal.medan.go.id pada 19 Desember 2024.
Setelah menjadi Gubernur Sumut, Bobby Nasution sempat mendampingi Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti meninjau progres rehabilitasi dan renovasi Stadion Teladan pada 19 Maret 2025.
Dalam kunjungan itu, Diana menegaskan upaya percepatan penyelesaian proyek tersebut akan terus dilakukan.
“Stadion Teladan ini seharusnya selesai pada April (2025), namun terdapat beberapa kendala. Kami hadir untuk melihat langsung progresnya serta membahas langkah-langkah percepatan penyelesaiannya,” ujar Diana kala itu.
Namun hampir dua tahun pasca peletakan batu pertama, proyek senilai Rp510 Miliar ini tak kunjung selesai.
Pantauan IDN Times, pembangunan revitalisasi ini masih dalam pengerjaan. Areal disekitaran Stadion Teladan ini ditutup mengelilingi dengan menggunakan seng, pengecoran tiang tribun penonton juga sebagian masih dalam proses.
Salah satu pekerja Stadion Teladan Medan, Robi (bukan nama sebenarnya) memprediksi bahwa revitalisasi akan rampung setahun lagi.
"Kerja saya bantu tukang, angkat-angkat barang. Targetnya sih katanya tahun ini, cuma belum selesai. Ini kalau begini juga, masih lama lagi lah. Mungkin sekitar setahun lagi," katanya pada IDN Times.
1. Pekerja kini hanya tinggal 100-an orang dari 500 orang

Prediksi yang diucapkannya setahun lagi, dengan alasan para pekerja kini hanya 100-an orang, yang sebelumnya 500-an orang.
"Pekerjanya disini sedikit, ada 100-an orang yang pekerja khususnya. Awalnya 500-an orang cuma entah kenapa tinggal segini," sambungnya.
Menurutnya, para pekerja dahulu didominasi dari Pulau Jawa dan sekarang sudah mayoritas warga Sumut.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Maulidya Indah Junica beberapa waktu lalu pernah mengatakan, proyek Stadion Teladan baru selesai sekitar 54,55 persen. Secara total proyek itu menggunakan anggaran sebesar Rp510 miliar, dengan rincian dana APBN sebesar Rp275 miliar dan APBD Rp235 miliar.
Stadion Teladan dirancang mampu menampung penonton sebanyak 20.093 orang. Adapun lingkup pekerjaannya meliputi pekerjaan persiapan, tanah, struktur, MEP, pemugaran dan pembangunan fisik lainnya.
Di sekeliling stadion terdapat trek lari sepanjang 414 meter. Selain itu, stadion ini memiliki dua jenis tribun penonton. Tribun tanpa atap mampu menampung penonton sebanyak 25.000 orang.
Adapun tribun utama memiliki panjang 125 meter dan lebar 15 meter yang mampu menampung penonton sebanyak 10.000 orang. Di bawah tribun utama terdapat ruang jurnalis, kantin, toilet, ruang bilas, ruang ganti, ruangan khusus polisi dan pemadam kebakaran, ruangan khusus petugas medis pertolongan pertama dan ruang-ruangan lainnya.
2. Bulan Januari sebagian pekerja akan ikut mandor pulang ke Pulau Jawa

Robi merupakan pekerja asal Semarang, Jawa Tengah yang sudah 5 bulan di Medan menjadi pekerja pada proyek revitalisasi Stadion Teladan. Kemungkinan Januari ini merupakan bulan terakhir ia bekerja di Medan.
"Katanya Bulan Januari ini saya sudah habis, gak di sini lagi. Mungkin ganti PT atau ganti mandor saya kurang tahu. Jadi, sekitar beberapa hari lagi lah saya di sini. Saya ikut mandor, kalau ikut kantor kemungkinan enggak balik ke Jawa, jadi kalau mandor keluar saya juga harus keluar," ucapnya saat hendak pulang.
Disebutkannya waktu bekerja mulai dari pukul 08:00 WIB hingga 17:00 WIB.
Robi juga menceritakan alasannya memilih bekerja di Medan, karena mengikuti mandor.
Untuk kendala, dia kurang mengetahui. Yang ia tahu upah atau gaji yang diberikan sering kali telat dibayar.
"Mundurnya kadang seminggu, dari awal kerja. Kita kan sesuai perjanjian dari Jawa itu kerjanya tiap 2 Minggu bayaran tapi nyata-nya mundur," terangnya.
3. Upah pekerja sering telat diberikan

Menurut Robi, daripada tidak digaji sama sekali, mundur atau telat gaji dianggap Robi sudah biasa dan tidak apa-apa.
"Yang penting dibayar. Jadi, waktu itu kerja 2 Minggu dibayar seminggu. Terus kerja 4 Minggu dibayar 3 Minggu. Nah, ini udah 3 Minggu belum gajian," jelas Robi.
Upah yang diterima para pekerja dalam hitungannya perhari untuk dibayar perminggu. Dalam sehari diberi upah Rp115 ribu belum termasuk makan dan uang lainnya seperti rokok.
Jika nantinya dipulangkan ke Pulau Jawa, Robi mengatakan akan tetap menjadi buruh harian.
Dia berharap Pemerintah bisa lebih peka kepada para pekerja buruh, khususnya Stadion Teladan Medan untuk meningkatkan upah dan penambahan pekerja agar dapat diselesaikan dengan cepat.


















