Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Miliki 5 Kelebihan, Mentan: Aceh Memiliki Potensi Swasembada Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh. (Dokumentasi Humas Pemprov Aceh untuk IDN Times)

Aceh Besar, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, Aceh memiliki syarat komplit untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan daerah.

Hal itu disampaikan Syahrul ketika melakukan kunjungan kerja ke Gampong Blang Miro, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, dalam rangka mengikuti kegiatan Gerakan Panen Padi bersama Menteri Mentan RI, pada Jumat (4/3/2022).

1.Aceh memiliki lima kelebihan dalam mendukung ketersediaan pangan

fajaronline.co.id

Provinsi paling barat Indonesia ini dikatakannya, memiliki lima kelebihan yang dianggap mampu mendukung ketersediaan kebutuhan pertanian dan perkebunan daerah khususnya terkait pangan. Pertama, Aceh dikaruniai wilayah pertanian yang luas, indah, dan subur.

“Tidak Banyak ada tempat dan wilayah yang seperti ini, air, pegunungan, bukit, lahan sawah luas dan indah bahkan matahari. Keindahan ini adalah karunia Allah. Jadi Jangan salah memperlakukan pertiwi ini,” kata Syahrul, dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Sabtu (5/3/2022).

Kemudian, kedua, mayoritas masyarakat Aceh banyak menggeluti profesi pertanian. Ketiga, Aceh juga didukung dengan pemerintah yang sangat peduli terhadap pengoptimalan pembangunan dan pengembangan sektor pertanian.

Keempat, untuk mendukung itu diperlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk memberikan sumbangan nyata demi mendukung perkembangan pertanian, yaitu melalui intervensi keilmuan pertanian yang mumpuni, dengan begitu teknik budidaya tanaman akan menghasilkan produk yang berkualitas.

“Jangan ragu untuk mendatangkan orang pintar untuk memperbaik ilmu pertanian kita akan produktivitas meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, yang kelima, kata Syahrul, hal tidak kalah penting adalah perdamaian agar semua potensi tersebut bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Saling menghargai jangan suka bertengkar dan banyak protesnya dari pada bekerja,” tambahnya.

2.Sektor pertanian memberikan kontribusi positif selama pandemi

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh. (Dokumentasi Humas Pemprov Aceh untuk IDN Times)

Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, selama pandemik COVID-19 juga telah memberikan dampak problematik sistemik terhadap sektor ekonomi. Namun, tidak demikian pada sektor pertanian Aceh, yang telah memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kondisi tersebut, dikatakannya, tetap memerlukan antisipasi agar jaminan produksi, distribusi, dan akses pangan masyarakat tetap berjalan dengan baik sehingga penyediaan bahan pangan bagi 5,3 juta jiwa penduduk Aceh terpenuhi.

“Alhamdulillah, kuartal keempat tahun 2021 pertumbuhan ekonomi di Aceh meningkat sebanyak 7,4 persen. Sesudah saya cek 80 persen pertumbuhan tertinggi adalah dari sektor pertanian,” kata Nova.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh akan fokus dan intensifikasi pada pengembangan sektor pertanian, termasuk dengan konsep integrated farming system atau sistem pertanian terpadu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian.

3.Ekpor produk pertanian Aceh membaik

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh. (Dokumentasi Humas Pemprov Aceh untuk IDN Times)

Kemudian, lanjut Nova, ekspor produk pertanian Aceh, juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan, dimana Nilai Tukar Petani (NTP) terus membaik, bahkan pada penutupan tahun, bulan Desember 2021 mencapai 104,1.

“Pencapaian tersebut, merupakan hasil bersinergi semua pihak, stakeholder baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota dengan saling menjalankan program dan kegiatan yang telah direncanakan,” ucap Nova.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Republik Indonesia, menyerahkan bantuan Program Kementerian Pertanian tahun anggaran 2022, kepada Pemerintah Aceh senilai Rp82.6 miliar. Dana itu diperuntukkan untuk pengembangan sektor pertanian di Bumi Serambi Mekkah.

Editorial Team

Related Article