Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ganjar dan Malik Mahmud Bertemu Bahas Pembangunan Aceh
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (baju batik) melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar (jas hitam), di Kota Semarang. (Dokumentasi Humas Lembaga Wali Nanggroe Aceh untuk IDN Times)

Banda Aceh, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, di Kota Semarang, Selasa (18/7/2023).

Pertemuan antara politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka itu berlangsung di kediaman Ganjar. Turut hadir Staf Khusus (Stafsus) Wali Nanggroe, M Raviq.

1. Bahas perspektif membangun Aceh

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (baju batik) melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar (jas hitam), di Kota Semarang. (Dokumentasi Humas Lembaga Wali Nanggroe Aceh untuk IDN Times)

Kedatangan wali nanggroe ke Semarang merupakan bagian dari kunjungan balasan. Ganjar sebelumnya pernah berkunjung ke Aceh pada April 2022 dan mengadakan pertemuan khusus dengan Malik Mahmud di Meuligoe Wali Nanggroe, Kabupaten Aceh Besar.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Malik Mahmud di Semarang kali ini, dikatakan Ganjar, mereka membahas mengenai pembangunan untuk Tanah Rencong.

“Membicarakan berbagai perspektif membangun Aceh, yang sudah ada undang-undangan -kekhususan dan keistimewaan- tapi butuh implementasi yang lebih serius,” kata Ganjar, dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Rabu (19/7/2023).

2. Ganjar sebut ada beberapa catatan untuk mempercepat pembangunan Aceh

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (baju batik) melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar (jas hitam), di Kota Semarang. (Dokumentasi Humas Lembaga Wali Nanggroe Aceh untuk IDN Times)

Gubernur Jawa Tengah yang juga diusung menjadi calon presiden Republik Indonesia oleh PDI Perjuangan tersebut menyampaikan, ada beberapa catatan harus dilakukan untuk percepat dalam upaya membangun Aceh.

Sebab, Aceh dikatakan Ganjar, memiliki hak-hak khusus melalui aturan perundang-undangan sehingga dalam hal ini penting untuk diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

“Tadi wali nanggroe menyampaikan berbagai gambaran tentang Aceh, baik dari sisi letak geografisnya, relasinya dengan banyak negara tetangga yang ada disana, kemudian kewenangan-kewenangan yang diberikan untuk Aceh berdasarkan UU,” jelasnya. 

3. Aceh diakui Ganjar memiliki potensi yang luar biasa

Kompleks Mercusuar William's Torren di Pulau Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Hasil kunjungan ke Aceh beberapa waktu lalu dan berdiskusi dengan wali nanggroe, Ganjar menyampaikan, Aceh memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari sisi sumber daya alam dan didukung dengan aturan-aturan kekhususan. 

“Tinggal bagaimana kita mengelola ini,” ucap Gubernur Jawa Tengah. 

“Kita harapkan ke depan, program-program yang dilakukan di Aceh betul-betul dengan kekhususannya,” imbuhnya.

4. Sektor ekonomi heritage dan budaya juga menjadi fokus pembahasan

Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Sementara itu, Malik Mahmud menyebutkan, pembahasan mengenai pengembangan sektor ekonomi heritage dan budaya juga menjadi fokus saat berdiskusi dengan gubernur Jawa Tengah tersebut.

“Tadi kita juga fokus berdiskusi tentang pengembangan sektor ekonomi heritage dan budaya, yang menjadi salah satu konsen pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini,” kata Malik Mahmud.

Editorial Team

Related Article