Siswa SMAN 1 Berastagi Keracunan MBG, KPPG Sebut Dapur akan Disanksi

- Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis dan telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.
- KPPG Medan masih mendata jumlah korban, rumah sakit tujuan, serta menunggu laporan resmi dari koordinator wilayah Berastagi mengenai kejadian tersebut.
- Dapur penyedia makanan akan disuspensi. KPPG akan memeriksa pihak terkait, mengalihkan penerima manfaat ke SPPG lain, dan mengumpulkan informasi penyebab kejadian.
Medan, IDN Times - Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut saat ini dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Erdianta Sitepu membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Iya kak, di SMA 1 terakhir kak," ujar Erdianta kepada IDN Times saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2026).
1. Jumlah korban masih didata

Bungkusan MBG untuk para siswa SMA Negeri 2 Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Erdianta menyebut, hingga saat ini pihaknya masih mendata jumlah pasti siswa yang mengalami keracunan makanan.
"Jadi kalau jumlah pasti yang mengalami keracunan makanan itu belum tahu. Masih belum tahu kalau rumah sakitnya. Untuk sementara kami terima, dihubung ke 3 rumah sakit," jelasnya.
Ia juga menyatakan belum menerima laporan resmi dari Koordinator Wilayah (Korwil) di Berastagi. "Kita masih menunggu laporan umum dari koordinator wilayah," tambahnya.
2. Dapur penyedia MBG disuspensi

Suasana dapur MBG di Suka Maju, usai dibersihkan (IDN Times/Indah Permata Sari) Terkait kejadian ini, KPPG Medan akan memberikan sanksi kepada dapur penyedia makanan.
"Kalau dapur pasti disuspensi. Ini KPPG Medan sedang menerbitkan nota dinas untuk suspensi dapur tersebut," kata Erdianta.
Setelah suspensi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait. Pemeriksaan akan menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Ahli Gizi, Akuntan, Aslaf, dan mitra yang terlibat dalam penyediaan makanan.
"Penerima manfaat yang sebelumnya diberikan oleh SPPG itu, nanti akan dialihkan ke SPPG lain. Jadi artinya jangan sampai ketika yang disuspensi, penerima manfaat yang harusnya mendapatkan makanan itu menjadi tidak terima lagi ke depan setelah dia disuspensi," ujarnya.
3. KPPG masih mengumpulkan data dan informasi terkait penyebabnya

Suasana dapur MBG di Suka Maju, usai dibersihkan (IDN Times/Indah Permata Sari) Erdianta menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian.
Jika sudah ada data yang lebih pasti, KPPG Medan akan segera menyampaikannya.
![[BREAKING] Pelajar di Berastagi Dibawa ke RS, Diduga Keracunan MBG](https://image.idntimes.com/post/20260813/whatsapp-image-2026-08-13-at-3_a58b673e-4521-4c1a-94b4-d70d17385eda.jpeg)



















