Comscore Tracker

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas Wine

Konsep kelas melukis dari Steffie Zaoryan

Medan, IDN Times - Tidak semua orang bisa atau bahkan pandai untuk mengubah sebuah kain kanvas berwarna putih menjadi lukisan indah yang dilihat elok nan rupawan. Apalagi jika tidak mencintai seni khususnya seni rupa dalam lukisan, hal ini pastinya
sulit bagi seseorang tersebut.

Steffie Zaoryan gadis berusia 26 tahun, seorang fashion desainer sekaligus pelukis, mengawali kata bisa pada sebuah karya seni lukisannya di Desember 2018. Hobi yang sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) telah memanggil dirinya untuk menjadi seorang pelukis.

"Jadi kayak, oh ternyata aku bisa melukis ya, habis itu dari kesukaan melukis itu kesukaan akan seni. Halus gitu rasanya seni itu. Jadi dari sana suka menggambar" ujarnya

Buat Steffie, melukis adalah cara menuangkan isi hati yang terkadang tidak bisa dengan bahasa verbal. Namun, ada hal yang bisa dirasakan dan susah untuk menjelaskan.

Tapi, perlu diketahui bahwa untuk melukis dengan cara yang satu ini sedikit berbeda dari yang lain. Perbedaannya yaitu melukis sambil minum wine atau sering disebut dengan konsep paint and wine.

"Beda sih, tapi kalau aku painting sendiri aku juga gak sambil nge-wine sih. Kadang-kadang saja kalau merasa nervous. Tapi kalau ada beda, pasti ada bedanya, tapi yang baik dan kurang baik itu gak ada sih, sama aja. Tergantung," bebernya.

1. Satu-satunya kelas paint and wine di Medan

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas WineIDN Times/Indah Permata Sari

Steffie menyalurkan kreativitas dan berbagi dengan orang yang ingin belajar melukis. Cara ini dilakukan dengan membuka workshop untuk membuktikan bahwa semua orang bisa belajar dan memiliki kemauan.

Workshop atau kelas yang dibuka dengan konsep lukisan sambil menikmati wine ini seharga Rp350 ribu dalam sekali pertemuan selama berdurasi 3 jam. Sudah termasuk fasilitas melukis

"Aduh di medan ngapain ya kok kayaknya kegiatan artistik itu gak ada ya, kayaknya mau disalurkan ke mana ya kreativitas. Terus sebenarnya paint and wine ini konsepnya udah ada dari tahun 2000 dan itu ada di seluruh dunia sebenarnya, di Hongkong, Jerman, U.S. Kayaknya sekarang negara-negara besar sudah ada dan kebetulan di Medan belum ada kan melukis sambil menikmati wine," tuturnya.

Baca Juga: Lidya Sulap Kulit Ikan Pari Jadi Tas, Sudah Sampai ke Luar Negeri

2. Manfaat wine saat melukis

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas Wineinstagram/steffiezaoryan

Steffie menjelaskan bahwa masih banyak seniman yang melukis sering terjadi nervous dalam dirinya. Nah, biasanya untuk mengatasi masalah gugup tersebut hal yang paling gampang adalah meminum wine. Namun, jika tidak ingin minum dengan minuman wine bisa di ganti dengan teh sesuai dengan kenyamanan diri.

"Sebenarnya gak harus tapi itu kan the classic paint, yang dilakukan seniman biasanya untuk gak terlalu nervous, dan untuk peserta sendiri juga biar gak teralalu nervous. Kalau dihadapi dengan kanvas kosong itu kadang-kadang bisa takut gitu, jadi ya wine. Terus sekalian cara seni ke anak-anak muda itu fun. Jadi dari pada kayak nongkrong-nongkrong ke klub, ini yang lebih positifnya lah gitu," jelas Steffie

3. Ide melukis timbul tidak hanya dari objek yang dilihat

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas WineIDN Times/Indah Permata Sari

Biasanya ide saat melukis atau objek yang dilukis tergantung pada apa yang dilihat si pelukis. Namun, objek tersebut tidak hanya bersumber satu titik. Biasanya bisa terinspirasi dari seniman lain, seperti lagu, puisi, lukisan, foto dan lainnya.

"Jadi kadang-kadang kayak misalnya yang terakhir itu kita buat lukisan kura-kura, jadi aku itu terinspirasi dari fotografer yang foto anak kura-kura di laut gitu. Terus rasanya, indah banget ya dan berharga sekali gitu, dan dari sana aku tuh tergerak membuat campaign anti plastik dari di sana," ungkap pelukis kelahiran kota Medan ini

4. Lukisan termasuk terapi seni

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas WineIDN Times/Indah Permata Sari

Ternyata melukis juga dapat membuat terapi dalam diri, karena melukis sering terjadi secara natural dan bukan sesuatu yang direncanakan. Dalam tahapan lukisan ini tidak ada karena merupakan seni. Namun, yang paling penting yaitu percaya diri.

"Jadi melukis itu halus sekali sih, datangnya dari bawah alam sadar sebenarnya kalau melukis. Makanya ada yang namanya art therapy dan dari sebuah lukisan itu kita bisa baca sebenarnya orang itu apa pikirannya dan bahkan kita sendiri gak tau, Jadi kita bisa belajar banyak hal dari lukisan itu. Tentang diri kita sendiri gitu. Jadi kayak mencerminkan diri sendiri dalam lukisan itu, dan secara tidak sadar," ujar Steffie.

5. Kolaborasi untuk pertama kali

Paint and Wine, Uniknya Melukis dengan Segelas WineIDN Times/Indah Permata Sari

Setiap orang pasti punya goresan berbeda di lukisannya, kolaborasi untuk pertama kalinya yang dilakukan Steffie dengan seorang seniman di Indonesia membuat dirinya bangga. Steffie mengaku lukisan tersebut mengandung banyak arti, dan tidak dapat diartikan dengan kata-kata.

"Ada 1 lukisan yang kemaren aku kolaborasi dengan seniman indonesia yang udah lumayan terkenal. Namanya Koko Nugroho, itu saya belajar banyak dari dia. Ya itu memori yang akan saya simpan, lukisannya berbentuk abstrak. Tapi kalau artinya banyak sih ini, ya tergantung di artikan masing-masing aja. Sebenarnya seni dibuka untuk persepsi orang yang ingin menikmati," tuturnya.

Baca Juga: Dari Hobi, Kreasi Doodle Art Hasilkan Omzet Rp 15 Juta Perbulan

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya