Ini Fakta Baru dari Prarekonstruksi Penemuan Mayat Tanpa Busana dalam Boks

Medan, IDN Times - Polrestabes Medan menggelar prarekonstruksi kasus penemuan mayat perempuan tanpa busana di dalam boks, Kecamatan Medan Denai, yang sempat menggegerkan publik. Sejauh ini polisi telah mantap menetapkan 2 remaja sebagai tersangka kasus pembunuhan yang mengotaki aksi tindak pidana tersebut terjadi.
Meski belum mengungkap apa motif di balik aksi pembunuhan ini, namun polisi membeberkan sejumlah fakta menarik. Salah satunya ialah kedua tersangka sempat ingin langsung membuang boks berisi mayat tersebut di sungai denai untuk melenyapkan jejak.
1. Pembunuhan dilakukan di dalam kamar, pelaku beberapa kali berusaha memghilangkan delik kejahatan

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan bahwa pihaknya pada Jumat (13/3/2026) melaksanakan prarekonstruksi. Ada 3 tempat yang digelar untuk membuka apa motif pelaku.
"Prarekonstruksi digelar dengan maksud untuk mencocokkan hasil pemeriksaan di dalam, yang dituangkan di dalam berita acara pemeriksaan, dengan fakta di lapangan. Maka, penyidik ingin mengkonfirmasi, mengafirmasi, dengan keterangan-keterangan para saksi, dengan keterangan-keterangan tersangka. Dicocokkan untuk kita lakukan prarekonstruksi. Mungkin nanti ada penambahan-penambahan dan temuan-temuan baru di dalam hal prarekonstruksi ini, sehingga kami menempati setidaknya ada 3 TKP," kata Calvijn.
3 TKP yang dimaksud antara lain penginapan di wilayah Jalan Menteng 7, pinggir gerbang, dan yang ketiga adalah bantaran sungai denai di mana tempat boks berisi mayat ditemukan.
"Saya jelaskan yang pertama, bahwa salah satu kamar yang ada di penginapan ini, telah dilakukan tindak pidana pembunuhan oleh tersangka terhadap korban berinisial RS. Dilakukannya pembunuhan persis di dalam kamar di atas tempat tidur. Kemudian, setelah melakukan pembunuhan, tersangka ternyata keluar dari lokasi, ingin memastikan rencana lanjutannya dengan maksud ingin menghilangkan barang bukti dan menghilangkan delik-delik tindak pidana tersebut. Pada saat keluar, keesokan harinya, tersangka kembali ke dalam kamar dengan membawa goni besar dengan maksud memasukkan korban pembunuhan tersebut ke dalam goni," lanjutnya.
2. Pelaku sempat punya rencana membuang jasad korban ke tempat yang jauh

Merasa kesulitan menyingkirkan jenazah RS, tersangka coba memutar otak. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi temannya yang berprofesi sebagai ojek online.
"Tersangka membutuhkan bantuan dengan menelepon salah satu temannya. Pada saat temannya datang, mereka mengambil satu boks kontainer yang berada di rumah tersangka utama. Nah, yang menariknya adalah setelah masuk ke dalam, tersangka utama memasukkan sendiri korbannya ke dalam boks dengan selimut-selimut lengkap. Setelah selesai, baru meminta bantuan ke temannya tadi untuk masuk ke dalam untuk mengangkut," beber Calvijn.
Saat itu juga, mereka merencanakan untuk membuang jasad korban RS ke tempat yang jauh. Bahkan kata Calvijn, tempat penemuan boks di tepi sungai denai itu bukanlah rencana sebenarnya.
"Boks tersebut ternyata dia akan membuangnya ke daerah yang lebih jauh lagi," jelasnya.
3. Karena terlalu berat dan kesusahan membawa boks berisi mayat, para pelaku membuangnya di tempat sembarangan

Sebanyak 40 adegan diperagakan dalam prarekonstruksi ini. Polisi juga baru menemukan fakta bahwa kedua pelaku ternyata beberapa kali hampir terjatuh karena boks terlalu berat.
"Yang menarik adalah beberapa kali boks tersebut hampir jatuh dari pegangan si tersangka pertama. Sehingga, dengan pendek akal, mereka menaruhnya saja di pinggir sungai tersebut," tutur Kapolrestabes Medan.
Merasa bahwa mereka membuangnya di tempat terbuka, dua pelaku itu kembali ke TKP pembuangan dengan maksud ingin melemparkannya ke aliran sungai. Namun niat itu tidak terlaksana karena sudah banyak masyarakat yang ada di sana.
"Jadi, saat ini prarekonstruksi masih berlangsung. Besok saya akan jelaskan motifnya di konferensi pers, ya," pungkasnya.


















