Hal itu berdasarkan hasil beberapa potongan rekaman dari kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di penitipan anak atau Yayasan Baby Preneur Daycare yang terletak di Kecamatan Syiah Kuala tersebut.
Viral Video Dugaan Penganiayaan Balita di Tempat Penitipan Anak Banda Aceh

- Video CCTV memperlihatkan dugaan penganiayaan balita oleh pengasuh di Baby Preneur Daycare Banda Aceh, saat korban disuapi makanan hingga menangis dan mengalami kekerasan fisik.
- Pihak yayasan langsung memecat tiga pengasuh, terdiri dari satu pelaku utama dan dua orang yang membiarkan tindakan kekerasan tersebut setelah hasil investigasi internal mengonfirmasi kejadian.
- Manajemen Baby Preneur Daycare menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para orang tua, memastikan akses CCTV tetap tersedia, dan menyatakan kasus ini sedang diselidiki oleh kepolisian.
Banda Aceh, IDN Times - Belum reda amarah warganet Indonesia akibat kasus kekerasan pada puluhan bayi dan balita yang terjadi di salah satu daycare Yogyakarta. Hari ini, Selasa (29/5/2026) rekaman video dugaan penganiayaan balita di tempat penitipan kembali viral. Diduga terjadi di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.
1. Anak diduga dianiaya ketika disuap makanan

IDN Times mendapatkan dua potongan video singkat yang diduga hasil rekaman kamera pengawas tempat penitipan anak tersebut. Rekaman pertama berdurasi 2:20 menit direkam pada 22 April 2026 dan rekaman kedua 3:07 menit pada 27 April 2026.
Masing-masing video memperlihatkan seorang perempuan yang diduga sebagai pengasuh memarahi seorang balita ketika disuap makanan. Bayi tersebut menangis usai diduga dipukul, dijewer, dan kemudian dibanting.
2. Tiga pengasuh sudah dipecat dari tempat penitipan

Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, mengatakan tiga orang pengasuh yang terlibat dan melihat langsung kejadian dugaan penganiayaan terhadap balita langsung dipecat.
Langkah pemecatan tersebut diambil pihak yayasan usai mendapatkan laporan dan membentuk tim untuk menginvestigasi kasus tersebut.
“Tim melaporkan ke saya, memang benar, terlalu terjadi kekerasan. Setelah itu langsung mengambil keputusan memberhentikan tiga orang. Satu pelaku, dua yang membiarkan,” kata Husaini, Selasa (28/4/2026).
3. Manajemen Baby Preneur Daycare meminta maaf

Husaini menyampaikan semua orang tua anak selama ini dapat mengakses CCTV di Baby Preneur Daycare. Bahkan pascakejadian ini, dia langsung memberitahu orang tua korban.
“CCTV itu dilihat oleh wali siswa lainnya, bukan wali siswa korban. Karena semua wali siswa mendapatkan akses,” ujarnya.
Sehubungan dengan itu, Manajemen Baby Preneur Daycare sempat mengunggah permintaan maaf atas kejadian tersebut di fitur Instagram Story mereka. Kasus itu disebut sedang dalam penyelidikan kepolisian.


















