3 Hal yang Harus Dipahami sebelum Memutuskan untuk Jadi Orangtua

Banyak pasangan suami istri yang sangat mendambakan untuk memiliki keturunan. Tidak dapat dimungkiri, kehadiran anak dalam keluarga memang merupakan anugerah besar yang sangat berharga dan mampu melengkapi kebahagiaan. Oleh sebab itu, mereka akan melakukan segala hal demi dapat mencapai tujuan tersebut.
Sayangnya, tidak semua pasangan yang sudah menikah dan berencana punya anak sudah mengerti betul konsekuensi apa saja yang akan dihadapi di masa depan. Banyak yang mengira bahwa tanggung jawab dalam memiliki buah hati hanya sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan dengan baik.
Padahal, perjalanan yang akan dilalui jauh lebih kompleks dari pada itu. Karenanya, sebelum resmi menjadi orangtua, kamu dan pasangan harus memahami beberapa hal penting di bawah ini agar bisa melakukan persiapan yang matang.
1.Bersedia menerima bagaimana pun kondisi anak yang dilahirkan

Ketika berencana untuk memiliki buah hati, kamu dan pasangan, serta banyak lagi calon orangtua lain di luar sana, tentu berharap bahwa kelak berhasil melahirkan bayi yang sempurna, baik dari segi fisik mau pun mental. Dengan begini, perawatan yang harus dilakukan dapat berjalan sesuai rencana. Namun, bagaimana bila yang terjadi tidak sama dengan ekspektasi?
Perlu dipahami bahwa terkadang orangtua harus mendapati kenyataan bahwa buah hati mereka lahir dalam keadaan yang kurang sempurna. Jika kamu harus menghadapi situasi semacam ini, maka tidak boleh menyerah. Kamu dan pasangan wajib menerima bagaimana pun kondisi anak tersebut dan tetap merawatnya dengan penuh kasih sayang karena sudah menjadi konsekuensi sebagai orangtua.
2.Mampu mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak, terutama di tahun-tahun pertamanya

Membesarkan anak tidak hanya perkara memberinya makanan yang bergizi tinggi. Tugas orangtua dalam merawat buah hati jauh lebih besar dari pada hal tersebut. Kamu dan pasangan harus mampu mencukupi seluruh kebutuhan lahir dan batin anak kalian nanti, terutama di tahun-tahun pertamanya yang sangat krusial.
Kamu dan pasangan wajib bisa meluangkan waktu untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak, tidak peduli meski ada kesibukan lain yang juga tidak kalah penting. Jangan sampai buah hati tumbuh tanpa merasakan kasih sayang yang cukup dari kedua orangtuanya. Jika segala kebutuhan terpenuhi, percayalah, anak akan menjadi pribadi yang sehat dan percaya diri.
3.Sanggup menjadi orangtua yang siap menghadapi segala perubahan dalam diri anak

Ketika masih kecil, tentu anak akan selalu menurut pada perkataan orangtuanya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, buah hati akan berinteraksi dengan lingkungan pergaulan yang lebih luas. Suka atau tidak, kejadian ini pasti berkontribusi dalam membentuk pola pikirnya kelak, termasuk bila dia memiliki pandangan yang berbeda dengan kedua orangtuanya.
Oleh sebab itu, kamu dan pasangan harus siap dengan kondisi semacam itu. Pahami bahwa anak memang boleh mengambil jalan hidup yang berbeda, misalnya perihal karier dan pilihan latar belakang calon pasangannya nanti. Tugas orangtua adalah mengarahkan saja agar anak tidak sampai tersesat, selebihnya serahkan keputusan pada yang bersangkutan.
Ada banyak pertimbangan penting yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk menjadi orangtua, beberapa di antaranya sudah dijelaskan dalam artikel. Jika kamu dan pasangan sudah merasa siap dan sanggup untuk menghadapi segala konsekuensinya, silakan lanjutkan. Jadilah orangtua yang bertanggung jawab dan buat buah hati kalian kelak bangga memiliki kalian, ya!