Segarnya Timun Suri untuk Berbuka, hanya Ada di Bulan Ramadan

Medan, IDN Times - Timun suri menjadi salah satu buah primadona yang sering diburu masyarakat muslim di Medan untuk sajian pilihan berbuka puasa. Buah yang berasal dari Aceh ini biasanya disajikan dengan bahan campuran untuk aneka es.
Rasanya menyerupai melon. Namun, jika hendak membeli buah yang satu ini, disarankan untuk memilih yang sudah matang di pohon atau bisa ditandai dengan adanya retakan di bagian kulitnya.
1. Timun suri hanya dipanen ketika bulan Ramadan saja

Mak Anju, salah satu pedagang buah di kawasan Sunggal, mengatakan timun suri hanya dipanen ketika bulan Ramadan saja.
"Ini tidak berbuah kalau tidak bulan Ramadan, lagian ini juga banyak yang cari kalau bulan puasa saja," ujarnya kepada IDN Times Sumut.
2. Buah ini dijual dengan kondisi dibalut dengan pelepah pisang

Ia mengatakan, buah yang paling laris dibeli adalah buah yang sudah retak. Karena aromanya harum ketika sudah mekar.
"Buah ini dijual dengan kondisi dibalut dengan lepah pisang karena biasanya orang suka beli yang sudah retak," katanya.
3. Harganya mulai dari Rp10 ribu saja

Stok penjualan, katanya, ia dapatkan dengan memesan langsung ke para bubidaya Timun Suri di Aceh.
"Setiap hari orang-orang membeli ini menjelang berbuka. Harganya Rp 10 ribu saja," ujarnya.
Untuk ukuran yang lebih besar bisa mencapai Rp25 ribu.



















