Comscore Tracker

Jadi Balon Wali Kota, Adytya Ingin Ubah Medan Jadi Smart City 2025

Kota Medan jangan mau kalah dari kota lain di Indonesia

Medan, IDN Times - Kota Medan adalah kota terbesar di Indonesia yang berada di luar Pulau Jawa. Bahkan disebut-sebut sebagai kota ketiga termaju di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.

Namun sayang, dalam hal pelayanan publik dan pembangunan bisa dibilang kalah cepat dari kota-kota lainnya.

Hal ini menjadi sorotan Bakal Calon Walikota Medan, Indra Adytya Pranata.

"Kini saatnya Kota Medan menyongsong era Smart City. Sejumlah layanan masyarakat dapat dituntaskan hanya menggunakan ujung jari. Hemat waktu, efisien dan efektif," sebut perwakilan kaum Millenial yang telah mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Medan ke sejumlah partai politik ini.

Baca Juga: Driver Ojol Keliling Lapangan Merdeka Sosialisasikan Visi Misi Aditya

1. Penerapan teknologi Informasi berbentuk aplikasi menjadi salah satu solusi di era Millennial

Jadi Balon Wali Kota, Adytya Ingin Ubah Medan Jadi Smart City 2025Indra Adytya Pranata mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Medan ke PDIP Sumut, Selasa (17/12). (Dok. IDN Times)

Menurut pria yang akrab disapa Adit ini, penerapan teknologi Informasi berbentuk aplikasi menjadi salah satu solusi di era Millennial alias zaman now.

"Konsep smart city perlu diterapkan Pemerintah Kota Medan jika ingin meningkatkan layanan umum. Pelayanan yang mudah, efisien dan efektif pasti berdampak pada kualitas hidup warga," ujar Aditya.

Manfaat penerapan Konsep Smart City bagi Pemko Medan yakni dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang efektif dan efisien. Baik itu layanan bidang perizinan, birokrasi dan lain sebagainya.

"Layanan umum sudah saatnya menggunakan sistem yang terintegrasi satu sama lain. Ini sangat membantu warga. Melalui layanan administrasi online, semua hal bisa lebih mudah, cepat selesai dan tidak makan waktu," sebut Aditya.

2. Smart City juga efektif dalam upaya merawat kota secara menyeluruh

Jadi Balon Wali Kota, Adytya Ingin Ubah Medan Jadi Smart City 2025Belasan diver ojek online secara spontan melakukan aksi dukungan kepada Indra Adytya Pranata atau biasa disapa Aditya, untuk terus maju menjadi Calon Wakil Wali Kota Medan periode 2020-2025. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Menurutnya konsep Smart City juga efektif dalam upaya merawat kota secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Selain itu, Pemerintah Kota harus responsif dengan berbagai persoalan masyarakat.

Tanggap dan cekatan serta bisa menjangkau seluruh wilayah. Konsep Smart City melalui sistemnya mendukung fungsi pemetaan perawatan ini.

"Hal yang terpenting adalah, dukungan sistem Smart City memberi kesempatan kepada seluruh warga ntuk ikut serta dalam memberikan informasi real-time tentang hal-hal apa yang harus segera ditangani," papar Aditya.

Alasan lain akan manfaat penerapan Smart City karena semakin berkembangnya Informasi Teknologi yang ramah, mudah dan hadir di telapak tangan.

"Dalam konsep Smart City, teknologi yang terintegrasi bisa digunakan untuk menangani tata kota. Hal ini akan menciptakan keteraturan dan mengurangi potensi human-error," tambah Aditya.

3. Penerapan smart city akan menguntungkan semua pihak

Jadi Balon Wali Kota, Adytya Ingin Ubah Medan Jadi Smart City 2025Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan Indra Adytya Pranata bersilaturahmi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Indonesia Kerja (RIK). (Dok. IDN Times)

Belum lagi persoalan pertumbuhan populasi yang kian pesat, hingga konsep Smart City kayak menjadi solusi yang harus disegerakan Pemerintah Kota Medan.

Sejumlah kota di Indonesia telah menerapkan sistem Smart City. Jakarta misalnya, punya layanan Smart City Lounge yang merupakan pusat control dan mampu menerima pengaduan masyarakat mengenai masalah sosial, macet, banjir, sampah, kriminalitas, pelayanan publik dan masalah lain di ibukota.

Demikian juga dengan Bandung menerapkan konsep Smart City Hay U yang memberikan layanan perizinan online, SIP untuk rapor Camat oleh warga, citizen complaint online, Silakip untuk memonitoring kerja Pemkot Bandung dan penggunaan Sisial Media (Sosmed) Twitter sebagai ajang komunikasi warga.

Surabaya juga tidak mau kalah! Salah satunya adalah konsep traffic light yang diatur dengan Closed Circuit Televition (CCTV) dan Integrated Traffic System Management.

"Kalau ada antrean panjang di depan lampu merah, maka secara otomatis lampu berwarna merah akan berjalan lebih pendek dibanding lampu hijau. Ini bisa mengurai kemacetan lalu-lintas, tanpa petugas harus turun ke TKP," terang Aditya.

"Kota Medan jangan kalah! Kaum Millennial siap bantu. Banyak persoalan dapat diurai dengan menggunakan Teknologi Informasi. Perkembangan aplikasi start up terus melaju. Mari kita manfaatkan," ajak Aditya.

Pemko Medan kedepan, harap Aditya, harus berbenah dan dapat memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Ayo kita terapkan kota pintar segara. Ini akan menguntungkan semua pihak," tutup Aditya.

Baca Juga: Daftar Balon Wakil Wali Kota Medan, Adytya Diantar Ratusan Ojol

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya