Wali Kota Medan, Rico Waas Sapa Warga di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kota Medan (Dok. Diskominfo Medan)
Keluhan utama datang dari Hera Sianturi, warga Kelurahan Besar. Ia menyampaikan banjir yang kerap melanda kompleks BTN sangat memberatkan warga, khususnya lansia dan para janda.
"Kami yang masih muda dan kuat saja merasa letih menghadapi banjir yang datang berkali-kali, apalagi orang tua kami dan para janda di sini," ujar Hera.
Menurut Hera, salah satu penyebabnya adalah kerusakan benteng atau tanggul di sekitar kompleks. Struktur wilayah yang menyerupai "kuali" membuat air cepat tertampung dan merendam pemukiman.
Menanggapi hal itu, Rico Waas menegaskan tidak akan melakukan perbaikan setengah-setengah. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi SDABMBK segera mematangkan cetak biru pembenahan infrastruktur skala besar.
"Kalau mau kita kerja, kita kerja jangan tanggung-tanggung. Kalau tanggung-tanggung, ya sampai kapan pun kita gini terus. Saya bilang ke SDABMBK coba benahi dan tolong laporkan ke saya berapa pembiayaannya," tegas Rico Waas disambut antusias warga.
Rico menilai kondisi geografis Kompleks BTN sudah menyerupai rawa. Hal ini terlihat dari air pembuangan yang menggenang konstan dan berwarna hijau pekat. Selain pembenahan fisik, ia juga meminta Kecamatan melakukan pendataan elevasi rumah warga sebelum opsi peninggian jalan sekunder dieksekusi.