Tiga Bulan Pasca Bencana Sumut, Akses Sejumlah Desa Masih Terbatas

Medan, IDN Times – Hari ini, tepat tiga bulan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, tapi kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah desa masih menghadapi keterbatasan akses, terutama untuk kendaraan roda empat. Hal ini berdampak pada mobilitas warga hingga distribusi logistik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah melakukan pembangunan jembatan dan perbaikan jalan. Namun, kondisi cuaca dan kerusakan infrastruktur membuat proses pemulihan belum bisa sepenuhnya rampung.
1. Delapan desa masih mengalami keterbatasan akses

Berdasarkan data Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026, terdapat delapan desa di dua kabupaten yang masih mengalami keterbatasan akses, yakni di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di Tapanuli Utara, wilayah terdampak berada di Kecamatan Sipoholon dan Parmonangan dengan desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik.
Sementara di Tapanuli Tengah, akses terbatas terjadi di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Sait Kalangan Dua, Sigiring-giring, dan Sibio-bio.
Meski tidak sepenuhnya terisolasi, wilayah-wilayah ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.
2. Jembatan rusak dan jalan tertimbun jadi kendala utama

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur menjadi penyebab utama sulitnya akses.
“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari yang lalu maka ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan tapi akan kita perbaiki kembali,” ujarnya.
Selain jembatan yang rusak, timbunan material di badan jalan juga menghambat akses kendaraan roda empat. Saat ini pemerintah terus melakukan penggalian dan perbaikan agar jalur distribusi bisa kembali normal.
3. Target perbaikan Maret, tapi tergantung cuaca

Pemerintah menargetkan perbaikan akses bisa rampung pada Maret 2026. Namun, proses ini sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
“Kalau cuaca mendukung ini bisa progresnya selesai pada bulan Maret nanti, kita harapkan cuaca mendukung,” kata Basarin.
Untuk mendukung percepatan, pembangunan jembatan dilakukan bersama TNI menggunakan model jembatan rampo berbahan besi. Jembatan ini diharapkan bisa segera dilalui kendaraan roda empat, terutama untuk mengangkut kebutuhan logistik warga.
Selain itu, Pemprov Sumut juga melakukan operasi modifikasi cuaca di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu guna mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak.
Menurut data teranyar, bencana mengakibatkan dampak kepada 479.047 KK atau 1.803.725 jiwa. Saat ini masih ada 909 KK atau 3.506 jiwa yang mengungsi. Sementara itu, korbanmeninggal dunia 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa.


















