Tapanuli Selatan, IDN Times - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo, menilai keputusan pemerintah mengizinkan PT Agincourt Resources (PTAR) kembali beroperasi menjadi sinyal kuat kepastian bagi investor dan pelaku usaha, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan melanjutkan operasionalnya secara terukur untuk menopang pertumbuhan ekonomi Sumut.
"Kondisi itu tentu akan mendorong perekonomian di Tapanuli Selatan, Sumut, kembali ke kondisi normal setelah pada tahun 2025 pertumbuhan ekonominya melambat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya di Medan, Jumat (26/3/2026).
Dia menyatakan hal tersebut setelah ada pernyataan dari Kementerian LIngkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memastikan PTAR dapat kembali menjalankan aktivitas operasi di Tambang Emas Martabe.
Wahyu menyebutkan PTAR yang mengelola Tambang Emas Martabe akan mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke posisi semula karena kontribusi sektor pertambangan bagi perekonomian Tapanuli Selatan mencapai 16,0 persen, kedua terbesar setelah pertanian.
"Yang pasti, beroperasinya kembali Martabe diyakini akan menumbuhkan citra positif investasi di Sumut dan Indonesia secara keseluruhan," ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.
