Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Santri Medan Didorong Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah (Dok. Diskominfo Medan)
  • Santri di Medan didorong menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi tanpa meninggalkan nilai keislaman sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

  • Medan perjuangan santri kini diarahkan pada pelopor kemajuan iptek, kemandirian ekonomi, kerukunan, serta kepedulian lingkungan, melanjutkan semangat perjuangan sejarah.

  • Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026, santri diajak menjaga tradisi pesantren, mengembangkan inovasi, merawat persaudaraan, dan memperkuat persatuan bangsa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1945

Santri berjuang melalui Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari yang menggerakkan perlawanan rakyat.

10 November 1945

Perlawanan rakyat yang digerakkan melalui Resolusi Jihad mencapai puncaknya.

22/10/2026

Pemkot Medan menggelar Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan. Dalam amanatnya, santri didorong menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

2045

Penguasaan teknologi dipandang sebagai bekal untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

kini

Medan perjuangan santri disebut bergeser ke pelopor kemajuan iptek, kemandirian ekonomi, kerukunan, dan kepedulian lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Santri di Kota Medan didorong menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sambil tetap memperkuat ilmu agama, tradisi pesantren, persatuan, kerukunan, serta kepedulian lingkungan.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Muhammad Sofyan menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada santri. Upacara dihadiri Impun Siregar, Hasan Matsum, Agus Maryono, dan pimpinan pesantren.
  • Where?
    Upacara berlangsung di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
  • When?
    Kamis, 22 Oktober 2026, dalam Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026.
  • Why?
    Penguasaan agama, sains, teknologi, dan inovasi dinilai sebagai bekal menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 serta menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai keislaman.
  • How?
    Pesan disampaikan melalui amanat yang dibacakan Muhammad Sofyan. Santri diajak menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persatuan, menjadi pelopor iptek, menggerakkan ekonomi, serta merawat kerukunan dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Santri di Medan diminta belajar agama dan teknologi bersama-sama. Pak Rico menyampaikan pesan ini lewat Pak Sofyan saat upacara Hari Santri. Santri juga diajak membuat hal baru, menjaga rukun, dan sayang bumi. Sekarang, mereka diminta tetap menjaga tradisi pesantren dan bersatu untuk masa depan Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan agar santri Medan memadukan penguasaan agama dengan teknologi membuka ruang bagi lahirnya generasi yang tetap berakar pada nilai keislaman sekaligus adaptif terhadap perubahan. Tradisi pesantren ditempatkan bukan sebagai hambatan, melainkan sumber inspirasi untuk inovasi, kerukunan, kemandirian ekonomi, dan kepedulian lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Tak hanya dituntut fasih mengaji dan menjaga tradisi keilmuan, santri di Kota Medan kini didorong untuk melek teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dinilai menjadi bekal wajib untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, saat memimpin Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (22/10/2026).

1. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi

Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah (Dok. Diskominfo Medan)

Dalam kesempatan itu, Sofyan membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

"Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga santri mampu menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman sekaligus terbuka terhadap perubahan," ujar Sofyan.

Menurutnya, jika pada 1945 santri berjuang lewat Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari yang menggerakkan perlawanan rakyat hingga puncaknya 10 November 1945, kini medan juangnya bergeser. Santri ditantang menjadi pelopor kemajuan iptek, penggerak kemandirian ekonomi, penjaga kerukunan, dan sahabat lingkungan.

2. Tradisi pesantren tidak boleh dipertentangkan dengan kemajuan zaman

Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah (Dok. Diskominfo Medan)

Tradisi pesantren, kata dia, tidak boleh dipertentangkan dengan kemajuan zaman. Nilai-nilai agama justru harus menjadi sumber inspirasi untuk menyebarkan kedamaian dan menjaga kelestarian bumi.

"Perbedaan harus disikapi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa yang perlu dirawat melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan," jelasnya.

3. Seluruh santri diminta untuk terus menjaga tradisi, inovasi, dan memperkuat persatuan

Upacara Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah (Dok. Diskominfo Medan)

Upacara tersebut dihadiri Kakankemenag Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Kabag Kesra Setda Kota Medan Agus Maryono, dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Medan.

Di akhir amanat, Menag mengajak seluruh santri untuk terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, dan memperkuat persatuan demi masa depan bangsa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article