Siswi SMAN 1 Medan Jadi Duta Intelegensia Putri Pelajar Anti Narkoba

- Ajang diikuti 1.800 pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara
- Nurul Safa Azzahra akan mengampanyekan anti narkoba di kalangan pelajar
- Pelajar harus berani bersuara dan berperan aktif melawan narkoba di lingkungan sekolah
Medan, IDN Times – Di tengah maraknya tantangan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, muncul sosok pelajar yang siap menjadi agen perubahan. Nurul Safa Azzahra, siswi SMAN 1 Medan, berhasil terpilih sebagai Duta Intelegensia Putri Pelajar Anti Narkoba Sumatra Utara Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026.
Gelar tersebut diraih Safa setelah tampil menonjol pada Grand Final Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba Tingkat Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara 2026 yang berlangsung di Gelanggang Universitas Sumatera Utara (USU), Minggu (8/2/2026).
1. Ajang ini diikuti sekitar 1.800 pelajar

Ajang ini diikuti sekitar 1.800 pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Melalui proses seleksi yang ketat, jumlah peserta kemudian mengerucut menjadi 126 finalis sebelum akhirnya Safa terpilih sebagai salah satu pemenang utama.
Dalam kompetisi tersebut, Safa dinilai unggul tidak hanya dari segi kecerdasan, tetapi juga dari gagasan, wawasan, serta komitmennya dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
2. Nurul akan mengampanyekan anti narkoba di kalangan pelajar

Usai dinobatkan, Safa mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang kini ia emban.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa terpilih sebagai Duta Intelegensia Pelajar Anti Narkoba Sumatera Utara tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik SMAN 1 Medan,” ujarnya.
Siswi kelas X ini menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar prestasi simbolis, melainkan panggilan untuk bergerak.
“Ke depan, saya berkomitmen aktif mengedukasi teman-teman pelajar tentang bahaya narkoba, baik melalui sosialisasi di sekolah maupun kampanye di media sosial. Saya ingin menunjukkan bahwa pelajar bisa berprestasi tanpa narkoba,” tegas Safa.
3. Pelajar harus berani bersuara dan berperan aktif melawan narkoba di lingkungan sekolah.

Rasa bangga juga dirasakan kedua orang tuanya, Kasim dan Dwi Purwanti yang hadir langsung menyaksikan momen tersebut.
“Sebagai orang tua, kami sangat bangga dan bersyukur. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan komitmen Safa. Semoga ia mampu menjalankan amanah ini dengan baik dan memberi manfaat bagi banyak pelajar,” ujar Kasim.
Ia berharap pencapaian Safa dapat menginspirasi lebih banyak pelajar untuk berani bersuara dan berperan aktif melawan narkoba di lingkungan sekolah.
Ajang Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba 2026 sendiri diharapkan mampu melahirkan figur-figur muda inspiratif yang menjadi motor perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba di Sumatera Utara.


















