Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sudah 78 Tahun, Ini Asal Usul Pembentukan Provinsi Sumatra Utara

Sudah 78 Tahun, Ini Asal Usul Pembentukan Provinsi Sumatra Utara
Ilustrasi rumah adat Batak (dok. Unsplash/Nabihah Bazli)
Intinya Sih
  • Provinsi Sumatra Utara resmi terbentuk tahun 1956 berdasarkan Undang-undang, setelah sebelumnya terdiri dari dua keresidenan warisan Belanda: Sumatera Timur dan Tapanuli.
  • Ibukota Keresidenan Sumatera Timur dipindahkan dari Bengkalis ke Medan pada tahun 1887 karena pesatnya perkembangan wilayah Deli saat itu.
  • Eron L. Damanik menilai bahwa sejak pembentukan Provinsi Sumatra Utara hingga kini, perkembangannya masih stagnan dan cenderung melanjutkan pola peninggalan masa kolonial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Hari ini Provinsi Sumatra Utara genap berusia 78 tahun. Sejarahya berawal dari 2 Keresidenan yang merupakan warisan dari kolonial Belanda.

Pengin tahu sejarah awal terbentuknya nama Provinsi Sumatra Utara? Yuk simak!

1. Terbentuknya nama Sumatra Utara saat ada peraturan Undang-undang tahun 1956

Kantor Gubernur Sumut tempo dulu (Dok.IDN Times/istimewa)
Kantor Gubernur Sumut tempo dulu (Dok.IDN Times/istimewa)

Pengamat sejarah, Eron L. Damanik yang juga merupakan tenaga pengajar di Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan mengatakan, awalnya dua Keresidenan yakni, Sumatera Timur dan Tapanuli pada tahun 1949 sampai tahun 1951. Kemudian berpisah dan dengan adanya peraturan Undang-undang tahun 1956, maka nama Sumatra Utara terbentuk.

"Kalau Keresidenan Sumatra Timur dibentuk pada tahun 1887, dengan ibukotanya Medan. Sebelumnya, sudah dibentuk tahun 1886 Keresidenan Sumatera Timur tapi ibukotanya Riau (Bengkalis)," ujar Eron.

2. Pada tahun 1887, Ibukota Sumatra Timur yakni Bengkalis pindah jadi Medan

Potret Kantor Pos Medan pada 1930 dan 2020 (Dok. Gedung Arsip Pemko Medan, IDN Times/Indah Permata Sari)
Potret Kantor Pos Medan pada 1930 dan 2020 (Dok. Gedung Arsip Pemko Medan, IDN Times/Indah Permata Sari)

Salah satu dampak perkembangan pesat di Tanah Deli pada saat itu, maka Pemerintah Kolonial memindahkan untuk ibukota Sumatera Timur dari Bengkalis ke Medan sekitar tahun 1887.

"Jadi tahun 1887, berdirilah Keresidenan Sumatera Timur yang ibukotanya di Medan. Pada saat yang bersamaan semenjak tahun 1887 itu juga ada Keresidenan Tapanuli yang ibu kotanya di Sibolga," tambahnya

3. Bangsa Jepang yang sempat masuk ke Timur pada 1942

Suasana kota Tokyo, Jepang (IDN Times/Anata)
Suasana kota Tokyo, Jepang (IDN Times/Anata)

Eron menceritakan, pada saat itu merupakan momen penaklukan tanah Batak yakni, Sisingamangaraja. Dalam ceritanya, Sisingamangaraja saat itu yang bisa ditaklukkan oleh Belanda tepatnya di Pak-Pak pada tahun 1907. Maka, diteguhkan 2 Keresidenan Provinsi Sumatera Utara, ada Provinsi Sumatra Timur dan ada Provinsi Tapanuli.

"Ini lah yang terus terjadi sampai Indonesia merdeka. Ketika Jepang pun masuk ke Timur pada 23 Maret 1942. Nah, situasi ini tetap terpelihara ada keresidenan Sumatera Timur dan ada Keresidenan Sumatra Barat," ujarnya.

4. Eron menilai Provinsi Sumut tak ada perkembangan saat ini

Kantor Gubernur Sumut (Sumutprov.go.id)
Kantor Gubernur Sumut (Sumutprov.go.id)

Pada akhirnya, Indonesia masuk dalam sistem Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan terdiri dari 33 Provinsi yakni, Sumatera Bagian Utara ibukota Medan, Sumatera bagian tengah ibukota Bukit Tinggi, dan Sumatera bagian Selatan.

Namun, menurut Eron sejak dibentuknya nama Provinsi Sumatera Utara yang sudah 74 tahun ini, dinilai tak ada perkembangan. Hanya menjalankan apa yang ada sejak jaman kolonial Belanda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More