Sebanyak 6.500 Warga Ikut Mudik Gratis, Diklaim Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi

- Gubernur Sumut Bobby Nasution melepas lebih dari 6.500 peserta mudik gratis Idulfitri 2026 di Stasiun Besar Medan sebagai upaya mengurai kepadatan arus mudik.
- Program ini ditujukan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan, serta menurunkan angka kecelakaan selama periode mudik Lebaran.
- Pemerintah menyiapkan enam rute utama darat dan jalur laut, termasuk kapal Bintan–Belawan dan feri Sibolga–Nias, guna memperluas akses transportasi publik bagi pemudik.
Medan, IDN Times - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melepas lebih dari 6.500 peserta program mudik gratis Idulfitri 2026 di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus mengurai kepadatan arus mudik.
Tak hanya soal biaya, program ini juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi perjalanan mudik.
1. Mudik gratis jadi strategi kurangi kemacetan dan kecelakaan

Pemprov Sumut menilai tingginya penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab kemacetan dan tingginya angka kecelakaan saat mudik.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumut ingin membantu mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Ini kita lakukan agar lalu lintas kita lebih lancar, angka kecelakaan menurun, dan tentunya mengurangi cost transportasi mudik,” kata Bobby.
2. Bobby akui transportasi publik masih kalah nyaman
Di sisi lain, Bobby juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi transportasi publik, yakni soal kenyamanan yang dinilai masih kalah dibandingkan dengan kendaraan pribadi.
“Pesan kami kepada penyedia jasa transportasi jaga keamanan dan kenyamanan, tingginya penggunaan kendaraan pribadi itu salah satunya karena transportasi publik kita kalah saing, ini juga PR bagi Pemprov Sumut,” ujarnya.
3. 6 rute darat hingga jalur laut disiapkan

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini mencakup enam rute utama, mulai dari Medan menuju Sosa, Padangsidimpuan, Gunungtua, Barus, Penyabungan, hingga Salak.
Selain jalur darat, pemerintah juga menyediakan layanan transportasi laut, seperti kapal dari Bintan Batam ke Belawan serta feri rute Sibolga–Nias.
“Kita berharap langkah ini bisa mengurangi kemacetan lalu lintas, mengurangi jumlah volume kendaraan, mengurangi cost transportasi pemudik,” kata Yuda.


















