Tim gabungan memasang kamera jebak untuk memantau pergerakan diduga harimau sumatra yang menerkam ternak warga di Kabupaten Humbahas. (Dok: BBKSDA Sumut)
BBKSDA Sumut bersama COP tidak hanya memasang kamera jebak, tetapi juga melakukan mitigasi bersama pemerintah desa dan kecamatan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena lokasi penggembalaan ternak berbatasan dengan kawasan hutan lindung yang menjadi habitat alami satwa liar.
Pemerintah Desa Tukka juga diminta kembali mengingatkan masyarakat mengenai potensi interaksi negatif. Pasalnya, di lokasi yang sama disebut pernah terjadi interaksi negatif dengan satwa liar sekitar satu bulan sebelumnya.
Warga diminta membawa ternak kembali ke sekitar permukiman pada sore hari dan tidak meninggalkannya terlalu lama di lokasi yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Selain itu, masyarakat diingatkan tidak melakukan perburuan atau tindakan yang dapat membahayakan satwa liar.
BBKSDA Sumut meminta warga tetap tenang dan tidak mendekati atau melakukan tindakan langsung terhadap satwa liar apabila menemukannya. Informasi mengenai keberadaan satwa diminta segera dilaporkan kepada aparat pemerintah setempat atau petugas BBKSDA Sumut untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Penanganan sementara masih berfokus pada memastikan apakah satwa yang meninggalkan jejak tersebut benar merupakan Harimau Sumatera. Bukti dari kamera jebak dan pemantauan lapangan akan menjadi bagian penting dalam memastikan dugaan tersebut,” pungkasnya.