Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PRSU ke-50 2026 Resmi Dibuka, Target 300 Ribu Pengunjung
Tarian daerah mewarnai Pembukaan Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)
  • Wakil Gubernur Sumut Surya membuka PRSU ke-50 tahun 2026 dan menegaskan ajang ini sebagai etalase pembangunan, promosi potensi daerah, serta penggerak investasi dan ekonomi Sumatera Utara.
  • PRSU 2026 digelar selama 31 hari dengan target 300 ribu pengunjung, melibatkan 33 kabupaten/kota yang menampilkan produk unggulan, UMKM, ekonomi kreatif, dan kekayaan budaya daerah.
  • Promosi kopi Sumut menjadi program unggulan PRSU 2026 untuk memperkuat citra kopi di pasar nasional dan internasional melalui berbagai pameran serta area tematik seperti Panggung Budaya dan Landmark.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 bukan hanya ajang hiburan masyarakat. Menurutnya, PRSU menjadi etalase pembangunan daerah sekaligus wadah strategis untuk mempromosikan potensi Sumut, menarik investasi, dan menggerakkan perekonomian.

Pernyataan itu disampaikan Surya saat membuka PRSU ke-50 di Panggung Utama PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (3/7/2026) malam.

Menurut Surya, penyelenggaraan PRSU tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Sumatera Utara selama lima dekade terakhir.

"PRSU ke-50 menjadi penanda perjalanan sejarah pembangunan Sumatera Utara. Ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

Ia mengatakan, melalui PRSU pemerintah ingin menunjukkan kepada masyarakat dan investor bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.

1. Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)

Surya menilai PRSU menjadi ruang bertemunya perdagangan, investasi, teknologi, olahraga, dan inovasi. Karena itu, dampak penyelenggaraannya diharapkan tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memberi efek ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang menampilkan produk unggulan daerah masing-masing.

"Semangat kolaborasi antardaerah menjadi kunci mempercepat pembangunan dan menjadikan Sumatera Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi," katanya.

2. PRSU 2026 targetkan 300 ribu pengunjung

Tarian daerah mewarnai Pembukaan Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, mengatakan PRSU 2026 berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Panitia menargetkan sekitar 300 ribu pengunjung selama penyelenggaraan berlangsung. Sebanyak 33 kabupaten/kota ikut berpartisipasi dengan menampilkan produk unggulan daerah, peluang investasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya Sumatera Utara. Pengunjung juga akan disuguhkan berbagai hiburan, termasuk penampilan 19 artis nasional.

3. Promosi Kopi Sumut Jadi Program Unggulan

Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)

Ferry menjelaskan, PRSU 2026 menghadirkan tiga area utama, yakni Panggung Budaya, Panggung Landmark, dan Panggung Utama. Selain itu, promosi kopi Sumut menjadi salah satu program unggulan tahun ini sebagai upaya memperkuat citra kopi Sumatera Utara di pasar nasional maupun internasional serta mendorong peningkatan ekspor.

Berbagai pameran di PRSU 2026 antara lain:

  • Pameran 33 kabupaten/kota yang menampilkan potensi daerah, UMKM, investasi, dan budaya.

  • Panggung Utama yang menghadirkan artis ibu kota/nasional selama penyelenggaraan.

  • Panggung Keong sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya daerah.

  • Panggung Landmark yang diisi berbagai komunitas, seperti komunitas difabel, orkes dorong, dan komunitas kreatif lainnya.

  • Stan OPD, BUMD, BUMN, perguruan tinggi, dan instansi vertikal.

  • Layanan publik, seperti Samsat Keliling, mobil perpustakaan keliling, serta pemeriksaan kesehatan gratis dari RS Haji Medan.

  • Paviliun Pulau Pinang (Malaysia) sebagai peserta dari luar negeri

Editorial Team

Related Article