Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Misteri Kematian Anak di Sumur Tapsel, Autopsi ungkap Dugaan Kekerasan
Lokasi TKP pembunuhan seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur desa di Kecamatan Angkola Muara Tais (dok.Polres Tapsel)
  • Polres Tapanuli Selatan mendalami kematian anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur di Kecamatan Angkola Muara Tais.
  • Autopsi menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban serta menyebut kematian berkaitan dengan gagal napas akibat cairan masuk ke saluran pernapasan.
  • Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, dan meminta masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan identitas korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah menunggu hasil penyelidikan sebelum berkomentar?
Vote Now
Minggu (2/8/2026) siang

Warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga. Jenazah sempat dievakuasi ke rumah duka.

Senin (3/8/2026) dini hari

Keluarga menyampaikan laporan resmi ke Polsek Batang Angkola. Polisi melakukan pengecekan ke RSUD Pintu Padang sebelum jenazah dibawa ke RSUD Sipirok untuk autopsi.

Rabu (5/8/2026)

Iptu B.D. Sitorus menyatakan penyelidikan dilakukan secara profesional dengan menindaklanjuti pemeriksaan medis dan keterangan pihak yang mengetahui peristiwa.

Hingga kini

Penyidik masih memeriksa saksi, mempelajari hasil autopsi, dan mendalami kemungkinan unsur tindak pidana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah menunggu hasil penyelidikan sebelum berkomentar?
Vote Now
  • What?
    Polres Tapanuli Selatan mendalami kematian anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur.
  • Who?
    Polres Tapanuli Selatan, Iptu B.D. Sitorus, keluarga korban, dokter, dan sejumlah saksi terlibat dalam penanganan kasus.
  • Where?
    Korban ditemukan di sumur milik warga di salah satu desa, Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan.
  • When?
    Warga menemukan korban pada Minggu (2/8/2026) siang. Keluarga melapor pada Senin (3/8/2026) dini hari.
  • Why?
    Penyelidikan dilakukan setelah hasil autopsi mengungkap tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
  • How?
    Penyidik mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, mempelajari hasil autopsi, dan mendalami kemungkinan unsur tindak pidana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah menunggu hasil penyelidikan sebelum berkomentar?
Vote Now

Seorang anak perempuan berumur enam tahun ditemukan meninggal di sumur. Polisi di Tapanuli Selatan sedang mencari tahu penyebabnya. Dokter melihat tanda kekerasan pada tubuh anak itu. Polisi juga memeriksa saksi dan hasil autopsi. Sekarang polisi belum tahu siapa yang bertanggung jawab dan meminta orang-orang tidak menebak-nebak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah menunggu hasil penyelidikan sebelum berkomentar?
Vote Now

Tapanuli Selatan, IDN Times – Polres Tapanuli Selatan mendalami penyebab meninggalnya seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur di salah satu desa di Kecamatan Angkola Muara Tais. Penyelidikan dilakukan setelah hasil autopsi mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, polisi menegaskan belum menarik kesimpulan terkait penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

1. Polisi pastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh

Lokasi TKP pembunuhan seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur desa di Kecamatan Angkola Muara Tais (dok.Polres Tapsel)

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu B.D. Sitorus, mengatakan penyelidikan dilakukan dengan mengacu pada hasil pemeriksaan medis, proses penyidikan, serta tetap memperhatikan perlindungan identitas anak sesuai pedoman pemberitaan ramah anak.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Sitorus, Rabu (5/8/2026).

Peristiwa bermula pada Minggu (2/8/2026) siang saat warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga. Jenazah sempat dievakuasi ke rumah duka, namun keluarga meminta korban dibawa ke fasilitas kesehatan karena ingin memastikan penyebab kematiannya.

2. Keluarga melapor, autopsi menemukan tanda kekerasan

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Laporan resmi disampaikan keluarga ke Polsek Batang Angkola pada Senin (3/8/2026) dini hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan pengecekan ke RSUD Pintu Padang sebelum jenazah dibawa ke RSUD Sipirok untuk menjalani autopsi atas permintaan keluarga.

Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, dokter menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.

"Meski demikian, kita belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan," terang Iptu B.D. Sitorus.

3. Polisi minta masyarakat tidak berspekulasi

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Hingga kini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, mempelajari hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang dapat mengungkap identitas korban maupun membuat spekulasi sebelum penyelidikan rampung.

“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga. Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” tegas Iptu B.D. Sitorus.

Sampaikan pendapatmu

Perlukah menunggu hasil penyelidikan sebelum berkomentar?

See More

Editorial Team

Related Article