Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kejar Bebas Rabies 2030, Sumut Targetkan Vaksinasi 15 Ribu Hewan

Kota Medan
3 min read
Kejar Bebas Rabies 2030, Sumut Targetkan Vaksinasi 15 Ribu Hewan
Ilustrasi vaksin rabies hewan ( Raghavendra V. Konkathi)
  • Pemprov Sumut menargetkan vaksinasi rabies untuk 15 ribu hewan dalam rangkaian World Rabies Day 2026.

  • Kegiatan di Deliserdang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan hewan, peternak, komunitas, dan pemilik hewan peliharaan.

  • Layanan juga mencakup pengobatan, vaksinasi gratis, kastrasi, sterilisasi, edukasi, serta penguatan sektor peternakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat sektor peternakan sekaligus memperluas pengendalian rabies. Salah satu langkah yang dilakukan ialah vaksinasi rabies massal dengan target 15 ribu hewan sebagai bagian dari rangkaian World Rabies Day (WRD) 2026.

Komitmen tersebut disampaikan saat Bulan Bakti Peternakan dan WRD tingkat Sumut di Lapangan Astaka Medan Sport Center, Jalan William Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan hewan, peternak, pelaku usaha, komunitas, hingga pemilik hewan peliharaan.

  1. 1. Sumut targetkan 15 ribu hewan divaksin rabies

    ilustrasi feedlot, tempat penggemukan hewan ternak.
    ilustrasi feedlot, tempat penggemukan hewan ternak. (unsplash.com/Michael Fousert)

    Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor mengatakan pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, vaksinasi dan pelayanan kesehatan hewan menjadi bagian penting untuk mendukung target Indonesia bebas rabies pada 2030.

    Timur mengatakan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut perlu digunakan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus membangun sektor peternakan yang lebih produktif.

    “Peternakan yang maju, masyarakat sehat. Kita ingin mendorong peternakan di Sumatera Utara naik kelas melalui peningkatan kualitas bibit, pakan yang sehat, hilirisasi, serta penguatan kesehatan hewan dan masyarakat,” katanya.

    Pemprov Sumut juga mendorong peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan perluasan cakupan vaksinasi. Edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan rabies turut menjadi bagian dari upaya tersebut.

  2. 2. Vaksinasi dibarengi pengobatan dan sterilisasi hewan

    Sterilisisasi kucing jantan lokal di Jakbar
    Warga berbondong-bondong ke tempat sterilisasi hewan dari rabies di Jakarta Barat, Sabtu (13/9/2025). (Dok. Pemkot Jakbar)

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung mengatakan Bulan Bakti Peternakan digelar selama dua hari, yakni 26–27 September 2026. Selain vaksinasi rabies, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah pelayanan kesehatan hewan.

    Pelayanan tersebut meliputi pengobatan dan vaksinasi hewan secara gratis. Pemprov Sumut juga menyediakan program pengendalian populasi melalui kastrasi dan sterilisasi kucing maupun anjing.

    Dalam rangka WRD 2026, vaksinasi rabies massal ditargetkan mencapai 15 ribu ekor hewan. Target tersebut diarahkan untuk memperluas perlindungan terhadap hewan sekaligus mengurangi risiko penularan rabies kepada manusia.

    “Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan, kedisiplinan, dan kerja sama dari semua pihak,” ujar Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut Chalikul Bahri.

  3. 3. Peternakan tak hanya soal produksi, tapi juga kesehatan

    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)
    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)

    Selain pengendalian rabies, Pemprov Sumut menempatkan peningkatan produktivitas peternakan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Timur mengatakan sektor tersebut berkontribusi terhadap penyediaan pangan seperti daging, telur, dan susu sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.

    Karena itu, pengembangan peternakan diarahkan pada peningkatan kualitas bibit, pakan, penerapan teknologi, hilirisasi produk, kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, serta kesejahteraan hewan.

    “Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat, karena tantangan di sektor peternakan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja,” katanya.

    Selain layanan kesehatan hewan, Bulan Bakti Peternakan juga diisi pembagian 50 ribu butir telur dan kegiatan makan telur bersama sebanyak 10 ribu telur secara gratis kepada masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More