Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada 706 Kasus DBD di Pekanbaru, 3 Meninggal Dunia

Kota Pekanbaru
3 min read
Ada 706 Kasus DBD di Pekanbaru, 3 Meninggal Dunia
Ilustrasi DBD. (IDN Times/Aditya Pratama).
  • Pekanbaru mencatat 706 kasus DBD dari Januari hingga September 2026, dengan tiga pasien meninggal dunia yang berasal dari Kecamatan Kulim, Tuah Madani, dan Sail.
  • Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak, mencapai 107 kasus. Dinkes menyebut keterlambatan penanganan medis turut menyebabkan kematian pasien.
  • Dinkes mengimbau warga segera memeriksakan demam tinggi, meningkatkan kewaspadaan saat perubahan cuaca, serta rutin menerapkan PSN 3M Plus untuk menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pekanbaru, IDN Times - Sebanyak 706 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Jumlah tersebut, terhitung sejak Januari hingga September 2026.

Dari 706 kasus itu, 3 pasien diantaranya meninggal dunia. Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, Minggu (27/6/2026).

"3 kasus meninggal akibat DBD itu tercatat merupakan warga Kecamatan Kulim, Tuah Madani dan Sail," kata Dedy.

Dalam kasus DBD ini, Dedy menyebut, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak di Kota Pekanbaru, yakni dengan jumlah kasus sebanyak 107.

  1. 1. Terlambat mendapatkan penanganan medis

    Ilustrasi bertema meninggal dunia yang menggambarkan suasana duka dan kehilangan secara simbolis mendalam.
    Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Terkait dengan yang meninggal dunia, Dedy menyebut, keterlambatan mendapatkan penanganan medis menjadi salah satu penyebab 3 pasien DBD di Kota Pekanbaru meninggal dunia. Dimana, gejala awal yang dianggap sebagai demam biasa dapat membuat pasien terlambat mendapatkan pemeriksaan.

    "Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," sebutnya.

    Untuk itu, pihaknya mengingatkan warga Kota Pekanbaru agar tidak menganggap remeh demam, terutama apabila disertai dengan gejala yang mengarah pada DBD. 

    "Kami ingatkan masyarakat untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami demam tinggi atau gejala lain yang dicurigai sebagai DBD," harap Dedy.

    "Kalau sudah ada indikasi DBD, segera dibawa ke rumah sakit. Jangan menunggu kondisi semakin lemah," sambungnya.

  2. 2. Tingkatkan kewaspadaan

    Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti bertubuh belang hitam dan putih dengan kaki panjang serta sayap transparan.
    ilustrasi nyamuk Aedes aegypti (freepik.com/jcomp)

    Dalam hal ini, dilanjutkan Dedy, pihaknya juga meminta warga Kota Pekanbaru untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perubahan cuaca dari panas ke hujan dalam beberapa hari terakhir.

    Menurutnya, perubahan cuaca dapat memunculkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, si pembawa penyakit DBD.

    Genangan air diterangkan Dedy, tidak hanya terdapat di tanah. Sejumlah barang yang bisa menampung air di sekitar rumah juga berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur apabila dibiarkan. Di antaranya ban bekas, kaleng, ember dan berbagai wadah lainnya.

    "Genangan ini yang memicu jentik nyamuk aedes aegypti berkembang," terang Dedy.

  3. 3. Imbau warga rutin lakukan PSN

    20260927_181451.png
    Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi (IDN Times/ dok Pemko Pekanbaru)

    Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinkes Kota Pekanbaru mengimbau warga untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

    Caranya dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

    "Jaga kebersihan lingkungan rumah dan pastikan tidak ada wadah terbuka yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk," imbau Dedy.

    Ditambahkannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah mengarahkan agar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dioptimalkan.

    "Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus menekan kasus DBD di Kota Pekanbaru," pungkas Dedy.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More