Cuaca Ekstrem di Medan Sebabkan Banjir, Ini Imbauan BMKG

BMKG memprediksi Medan berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat, disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem dipengaruhi gelombang Rossby, belokan angin, konvergensi, laut hangat, dan kelembapan tinggi. Warga diminta memantau kanal resmi BMKG serta menyiapkan perlengkapan hujan.
Hujan lebat Sabtu malam memicu banjir dan kemacetan di Medan, termasuk Kampung Aur. Luapan Sungai Deli sempat merendam rumah hingga 60 cm dan halaman masjid 100 cm.
Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Medan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Forecaster on Duty BMKG, Defri, mengatakan, wilayah Kota Medan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Hujan pada umumnya terjadi pada sore hingga malam hari," kata Defri dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Seperti yang terjadi pada Sabtu (26/9/2026) malam, hujan deras menyebabkan air menggenangi sejumlah titik.
1. Kondisi cuaca dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F) Menurut Defri, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby serta dinamika atmosfer berupa belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumatra Utara. Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan.
Selain itu, suhu muka laut yang cukup hangat dan kelembapan udara yang tinggi di lapisan atmosfer menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan hujan di Kota Medan dan sekitarnya.
2. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín) Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca, khususnya pada siang hingga sore hari ketika potensi pertumbuhan awan hujan meningkat.
Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan, BMKG menyarankan untuk terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi @infobmkgsumut serta mempersiapkan perlengkapan untuk menghadapi hujan.
3. Banjir rendam sejumlah titik di Kota Medan

Situasi air mulai surut didepan halaman Masjid yang menggapai ketinggian sekitar 60 cm (Dok. Azzam warga Kampung Aur for IDN Times) Pantauan IDN Times, hujan deras mengguyur sejak Sabtu (26/9/2026) pukul 18.30 WIB. Air menggenangi ruas-ruas jalan, salah satunya Jalan Kapten Muslim Medan. Banjir juga merendam permukiman warga di Kelurahan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Air luapan Sungai Deli dilaporkan naik dengan cepat.
Warga Kampung Aur, Azzam, mengatakan air Sungai Deli mulai naik sekitar pukul 19.00 hingga 19.30 WIB.
"Air Sungai Deli naik sekitar antara jam 19.00 - 19.30 gitu. Kan masih hujan, jadi masih terus naik air, hingga memasuki rumah-rumah warga," kata Soni pada IDN Times, Sabtu (26/9/2026) malam.
Dia menyebutkan, ketinggian air di dalam rumah mencapai selutut orang dewasa atau sekitar 60 cm, sementara di halaman depan masjid mencapai sepinggang atau 100 cm.
"Ketinggian air di rumah selutut orang dewasa. Kemungkinan di depan rumah atau halaman depan masjid sudah sepinggang orang dewasa," ujarnya.
Soni menambahkan, pada hari ini air di dalam rumah mulai surut, namun genangan masih bertahan di halaman masjid.
"Saat ini di rumah sudah surut, tapi di depan halaman masjid masih ada air banjir setinggi lutut orang dewasa," katanya.
Lanjutnya, beruntung, tidak ada barang berharga milik warga yang dilaporkan hanyut terbawa banjir. Meski demikian, warga masih tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat hujan masih mengguyur.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[BREAKING] Banjir Kembali Rendam Kawasan Tapteng](https://image.idntimes.com/post/20250502/img-5197-83f0c0aca95c798348c75670bcba41fb_watermarked_idntimes-1.jpeg)











