Banjir Tapteng Rendam 7 Kecamatan, Warga Dievakuasi

Banjir merendam tujuh kecamatan di Tapanuli Tengah dan menutup sejumlah akses jalan.
Lima warga di Tukka dievakuasi menggunakan perahu karet, sementara warga lain mendapat bantuan di beberapa lokasi.
BPBD dan SRC masih menyisir, mengevakuasi warga, serta memantau tanggul dan debit air.
Tapanuli Tengah, IDN Times –Banjir merendam sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Sabtu (26/9/2026). Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak, yakni Tukka, Badiri, Sarudik, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli, dan Pandan.
Berdasarkan laporan harian periodik Pusdalops BPBD Tapteng, banjir merendam sejumlah permukiman warga dan menutup akses jalan.
“Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai dada hingga pinggang orang dewasa. Tim BPBD dan Search and Rescue (SRC) juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Kabid Tanggap Darurat BPBD Tapteng, Sabtu malam.
1. Banjir di Tukka, lima warga dievakuasi dengan perahu

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Juan Moccagatta) Di Kecamatan Tukka, banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka Lingkungan II atau Sigotom, serta Kelurahan Hutanabolon. Di Bonalumban, hujan deras menyebabkan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa.
Tim SRC kemudian melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Sebanyak lima warga dievakuasi dari lokasi tersebut, terdiri dari dua orang dewasa, dua anak-anak, dan satu balita.
“Di Kelurahan Tukka Lingkungan II atau Sigotom, genangan juga menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas. Ketinggian air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa,” katanya.
Sementara di Kelurahan Hutanabolon Lingkungan I dan IV, banjir disebut terjadi setelah sungai meluap. Berdasarkan laporan BPBD, kondisi di lokasi masih aman dan debit air di sejumlah wilayah Kecamatan Tukka mulai berangsur surut.
2. Banjir meluas hingga Sarudik, Pinangsori, dan Kolang

Ilustrasi banjir di musim hujan (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar) Di Kecamatan Badiri, banjir terjadi di Kelurahan Lopian. Air Sungai Aek Lopian mulai masuk ke teras rumah warga dan menggenangi badan jalan di simpang Gereja GPDI Lopian. Ketinggian air sekitar selutut orang dewasa sehingga kendaraan roda dua tidak dapat melintas dan menyebabkan kemacetan.
Sementara di Kecamatan Sarudik, banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Pasir Bidang dan Pondok Batu. Di Pasir Bidang, ketinggian air mencapai sekitar selutut orang dewasa sehingga kendaraan roda dua tidak bisa melintas.
Di Kecamatan Pinangsori, luapan sungai di Desa Parjalihotan, Dusun I, menyebabkan air masuk ke rumah warga.
“Tim SRC Kecamatan Pinangsori melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan. Setelah air surut, personel SRC juga membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang. Air mencapai lutut orang dewasa dan sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri karena khawatir debit air kembali meningkat. Tim SRC Kecamatan Kolang masih bersiaga di lokasi.
3. Akses jalan terendam, tim gabungan masih siaga

Ilustrasi Banjir di Cilincing Jakarta Utara. (IDN Times/Dini Suciatingrum) Banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli, akibat luapan Sungai Mela I dan II. Berdasarkan laporan BPBD, kondisi di wilayah tersebut masih aman. Camat bersama jajarannya melakukan penyisiran terhadap permukiman yang terdampak.
Di Kecamatan Pandan, banjir merendam permukiman di Kelurahan Pasar Baru. Genangan juga menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
BPBD Tapteng bersama SRC melakukan penyisiran dan evakuasi warga di sejumlah titik. Tim SRC dan Camat Badiri bersiaga di simpang Gereja GPDI Lopian untuk membantu pengendara, sementara tim SRC Kecamatan Sarudik tetap siaga apabila terdapat warga yang membutuhkan evakuasi.
BPBD juga terus memantau kondisi tanggul dan kenaikan debit air. Hingga perkembangan terakhir dalam laporan, air di sejumlah wilayah Tukka mulai surut, sementara tim di Kolang, Tapian Nauli, dan wilayah terdampak lainnya masih bersiaga.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[BREAKING] Banjir Kembali Rendam Kawasan Tapteng](https://image.idntimes.com/post/20250502/img-5197-83f0c0aca95c798348c75670bcba41fb_watermarked_idntimes-1.jpeg)











