Rokan Hulu, IDN Times - Sengketa lahan kebun sawit seluas 2.000 hektar di wilayah Kebun Batang Kumu, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, kian memanas.
Pasalnya, pasca aksi penyerangan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap puluhan petani, PT Agrinas Palma Nusantara memberikan statement yang memperkeruh suasana, dengan memutarbalikkan fakta terkait pengelolaan lahan tersebut. Demikian disampaikan juru bicara para petani kelapa sawit, Abdul Aziz, Rabu (19/8/2026).
Aziz mengatakan, PT Agrinas Palma Nusantara yang dalam pemberitaan sebelumnya menyebut telah melakukan mediasi dengan masyarakat adalah tidak benar.
"Bahwa Agrinas menyebut telah melakukan mediasi dengan masyarakat, itu sama sekali tidak benar. Yang ada justru, Agrinas melalui Manager-nya berinisial HM, meminta agar masyarakat menyerahkan 20 persen dari hasil kebunnya kepada Agrinas. Ini maksudnya apa. Memangnya Agrinas itu siapa," kata Aziz.
Aziz juga mengatakan, bahwa masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam proses dialog yang fair. Bahkan, masyarakat juga membantah klaim PT Agrinas Palma Nusantara yang menyatakan bersikap netral dalam konflik lahan tersebut.
Selain itu, Aziz juga menyinggung persoalan internal di Koperasi Karya Bakti yang menjadi mitra PT Torganda sebelumnya. Menurutnya, persoalan di koperasi sebenarnya tidak ada apabila PT Agrinas Palma Nusantara tidak turut campur.
Dalam pemberitaan sebelumnya, sebanyak 25 orang warga yang merupakan petani kelapa sawit mengalami luka-luka akibat penyerangan OTK di kebun sawit Afdeling 19 dan 21, di Kecamatan Tambusai Utara, Rohul. Para pelaku menyerang dengan berbagai senjata, termasuk senapan angin.
Akibat serangan itu, para petani tersebut mengalami luka-luka yang cukup serius. Bahkan ada satu orang kondisinya saat ini kritis.
Mereka menuding, penyerangan tersebut didalangi oleh PT Agrinas Palma Nusantara. Kasus itu kini ditangani Polsek Tambusai Utara dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Polisi kini tengah memburu para pelaku.
