Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Sumut Klaim Tidak Ada Lagi Penyintas Banjir Tinggal di Tenda
Potret udara Desa Hutanobolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah pasca dihantam banjir bandang, Sabtu (20/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim, tidak ada lagi penyintas yang tinggal di tenda pascabencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu.

Seluruh penyintas disebut telah berpindah ke hunian yang lebih layak, mulai dari hunian sementara hingga hunian tetap.

1. Pemprov Sumut klaim “zero pengungsi”, semua sudah pindah dari tenda

Posko Pengungsian Hutanabolon, Tapanuli Tengah (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebut seluruh pengungsi telah direlokasi dari tenda darurat ke tempat tinggal yang lebih layak. Mereka kini menempati hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), maupun rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.

“Sumut sudah zero pengungsi. Pengungsi yang sebelumnya berada di tenda, sudah menghuni huntara, huntap, ada juga yang mengontrak rumah sementara dengan dana yang disediakan pemerintah,” ujar Basarin di Medan, Senin (30/3/2026).

2. Pembangunan huntap masih dikebut, targetkan hunian permanen untuk semua

Mendagri Tito Karnavian meresmikan Hunian Sementara Danantara di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis (5/2/2026). (Dok. Bakom Presiden)

Meski seluruh pengungsi telah keluar dari tenda, pemerintah masih terus mempercepat pembangunan hunian tetap di berbagai daerah terdampak bencana. Targetnya, seluruh korban dapat segera menempati hunian permanen.

Sebagai bagian dari percepatan tersebut, sebanyak 120 unit huntap di Desa Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah diserahkan kepada masyarakat terdampak.

“Minggu lalu telah diserahkan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Tapsel, kepada masyarakat terdampak. Sisa hunian tetap lainnya terus dikebut pembangunannya,” katanya.

3. Libatkan pemerintah hingga swasta, kolaborasi disebut jadi kunci pemulihan

BCa bangun instalasi air bersih untuk warga terdampak banjir di Batang Toru, Tapanuli Selatan (dok.BCA)

Basarin menegaskan, pembangunan hunian tetap dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, institusi negara, hingga sektor swasta ikut berperan dalam percepatan pemulihan pascabencana.

“Percepatan terus kita lakukan bersama swasta dan institusi negara. Kita berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.

Editorial Team