Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pegadaian Ajak Gen Z Mandiri Finansial, Investasi Bisa dari Genggaman
Pegadaian dan OJK menggelar Talkshow bertajuk ‘Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini’ di Medan Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
  • Pegadaian dan OJK menggelar literasi keuangan di Unimed, mendorong mahasiswa mandiri finansial melalui investasi emas digital Tring! yang bisa dimulai dari Rp10.000.
  • Tring! mencatat sekitar 7,5 juta pengguna dan transaksi Rp113 triliun pada Oktober 2026; Tabungan Emas dapat diakses digital serta dijadikan jaminan gadai sesuai ketentuan.
  • OJK mengingatkan mahasiswa memeriksa legalitas layanan keuangan, menghindari pinjol ilegal dan investasi berimbal hasil tidak masuk akal, serta melapor melalui layanan 157.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Zaman now, berinvestasi bisa dilakukan hanya dengan genggaman. Yakni lewat aplikasi Tring! By Pegadaian. Gak harus menunggu punya modal besar, cukup mulai dengan Rp10 Ribu kamu sudah bisa berinvestasi emas di Tring!

Hal ini disampaikan oleh Irma Pratiwi selaku Marketing Sales BtoB Senior PT Pegadaian Area I Medan pada talkshow literasi keuangan yang digelar PT Pegadaian (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat program Pegadaian Peduli. Talkshow bertajuk ‘Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini’ digelar di Digital Library Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (22/10/2026).

“Investasi emas digital dapat dimulai dari nominal Rp10.000 sehingga lebih terjangkau bagi mahasiswa yang ingin membangun aset sejak dini,” ujarnya.

Irma menyebutkan, aplikasi Tring! telah mencatat sekitar 7,5 juta pengguna pada perayaan ulang tahun pertamanya pada Oktober 2026. Sementara itu, nilai transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai sekitar Rp113 triliun.

“Sekarang Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan gadai, tetapi juga berbagai produk investasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Melalui Tring!, masyarakat dapat mengakses layanan Tabungan Emas secara digital dan mulai berinvestasi sesuai kemampuan finansialnya,” ujar Irma.

1. Akses produk investasi emas tanpa harus membeli emas batangan secara langsung

Pegadaian dan OJK menggelar Talkshow bertajuk ‘Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini’ di Medan Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Menurutnya, perkembangan pengguna dan transaksi tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Pegadaian untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Aplikasi Tring! juga memudahkan masyarakat mengakses produk investasi emas tanpa harus membeli emas batangan secara langsung.

Irma menjelaskan, investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka menengah hingga panjang. Pasalnya, selisih harga beli dan harga jual perlu diperhitungkan agar investor tidak terburu-buru menjual emas dan mengalami kerugian akibat perbedaan harga.

“Kalau kita membeli emas hari ini, kemudian besok langsung menjualnya, belum tentu mendapatkan keuntungan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan harga beli dan harga jual serta menentukan tujuan investasi sejak awal,” jelasnya.

Selain itu, Tabungan Emas juga dapat dimanfaatkan sebagai jaminan gadai ketika pemilik membutuhkan dana, sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif memperoleh pembiayaan tanpa harus langsung menjual aset emasnya.

2. Laporkan pinjol ilegal melalui layanan 157 milik OJK

Satu tahun sudah aplikasi TRING! by Pegadaian hadir di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar platform digital, TRING! hadir untuk memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan terkait investasi emas dan layanan keuangan terpadu. (Dok. Pegadaian)

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, mengingatkan mahasiswa agar lebih waspada terhadap pinjaman online ilegal dan tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia layanan keuangan serta memahami biaya pinjaman dan risiko yang menyertainya.

“Salah satu ciri yang patut diwaspadai ialah aplikasi pinjaman yang meminta akses ke daftar kontak pengguna,” tegasnya.

Penyelenggara pinjaman daring yang berizin hanya diperbolehkan mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi sesuai ketentuan, bukan daftar kontak. Untuk memeriksa legalitas perusahaan jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi OJK melalui layanan 157.

3. Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat

Pegadaian dan OJK menggelar Talkshow bertajuk ‘Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini’ di Medan Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Yovvi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat. Penawaran keuntungan hingga 10 persen per hari atau per minggu, misalnya, perlu dicermati dan diperiksa lebih lanjut sebelum masyarakat menempatkan dana.

Penyuluh Antikorupsi sekaligus Compliance Senior Officer Pegadaian Kanwil I Medan, Donald Estefanussia Kiroh, mengatakan penerapan tata kelola perusahaan yang baik harus tercermin dalam perilaku pegawai dan pelayanan kepada nasabah.

“Pegadaian memperkuat budaya antikorupsi melalui program Penyuluh Antikorupsi (PAKSI). Secara nasional, terdapat 39 penyuluh antikorupsi yang tersebar di seluruh kantor wilayah serta satu ahli pembangunan integritas di kantor pusat,” jelasnya.

Melalui program edukasi ini, PT Pegadaian (Persero) melalui PegadaianPeduli berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuanmengelola keuangan secara bijak, memahami pentingnya investasi yang terencana, sertamampu membangun masa depan finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak Duta Literasi Keuangan dengan tujuan menghasilkan mahasiswa yang diharapkanmampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pengetahuan dan praktik pengelolaankeuangan yang sehat di lingkungan perguruan tinggi maupun komunitasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article