Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antisipasi Asap Karhutla, Pelanggan KAI Diwajibkan Pakai Masker
Suasana stasiun KAI Divre I Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut)
  • KAI Divre I Sumatra Utara memantau kabut asap akibat karhutla; hingga 16 September 2026, kondisi tersebut belum mengganggu perjalanan kereta api.
  • Dari 1.022 perjalanan penumpang pada 1–16 September, ketepatan keberangkatan mencapai 100 persen dan kedatangan 99,2 persen, didukung pemantauan lintasan serta rambu operasional.
  • Pelanggan diimbau memakai masker saat bepergian, mengurangi aktivitas luar ruang, dan mencari bantuan medis bila terganggu pernapasan; masyarakat diminta tidak membakar material dekat rel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1-16 September 2026

KAI Divre I Sumut mengoperasikan 1.022 perjalanan kereta penumpang. Ketepatan waktu keberangkatan mencapai 100 persen dan kedatangan 99,2 persen di tengah kabut asap.

15 September 2026

Titik panas terpantau di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba, dan Tapanuli Selatan. Kualitas udara di sejumlah titik berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

16 September 2026 pukul 08.20 WIB

BMKG mendeteksi asap di sebagian wilayah Sumatra Utara yang bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin. Pelanggan di wilayah terdampak dianjurkan memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.

Untuk saat ini

Karhutla dan sebaran asap belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatra Utara. KAI terus memantau kondisi lintasan dan akan menyampaikan informasi jika ada perubahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KAI Divre I Sumatra Utara mengimbau pelanggan mematuhi protokol kesehatan dan memakai masker di tengah kabut asap karhutla, sambil terus memantau keselamatan perjalanan kereta api.
  • Who?
    PT KAI Divre I Sumatra Utara, pelanggan kereta api, masinis, masyarakat sekitar jalur rel, serta Manager Humas Anwar Yuli Prastyo terlibat dalam imbauan dan pemantauan kondisi.
  • Where?
    Imbauan berlaku di stasiun, dalam perjalanan kereta api, dan sepanjang jalur operasional KAI Divre I Sumatra Utara; asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumatra Utara.
  • When?
    Anwar Yuli Prastyo menyampaikan imbauan pada Rabu, 16 September 2026. Data operasional mencakup periode 1–16 September 2026, sementara kondisi asap dipantau pada 16 September pukul 08.20 WIB.
  • Why?
    Kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan dan membatasi jarak pandang masinis. Kualitas udara di sejumlah titik berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
  • How?
    KAI memantau lintasan dan kondisi udara, menerapkan rambu perjalanan bagi masinis, serta meminta pelanggan memakai masker dan mencari bantuan medis bila mengalami gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau tidak membakar material di sekitar rel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan terlihat di beberapa tempat di Sumatera Utara. KAI melihat jalur kereta terus supaya perjalanan aman. Kereta masih berjalan baik dan hampir selalu tepat waktu. Penumpang diminta pakai masker saat ke stasiun. Orang juga diminta jangan membakar sampah atau rumput dekat rel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kabut asap di sejumlah wilayah, operasional KAI Divre I Sumatra Utara tetap menunjukkan kesiapan yang terukur melalui pemantauan lintasan dan dukungan rambu keselamatan. Ketepatan keberangkatan 100 persen serta kedatangan 99,2 persen mencerminkan layanan masih terjaga, sementara informasi kesehatan dan pembaruan kondisi disiapkan untuk memberi kepastian kepada pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara mengimbau pelanggan untuk mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mematuhi prosedur kesehatan selama berada di stasiun dan dalam perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi lintasan guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api di tengah kabut asap yang terpantau di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

"Untuk saat ini, kondisi karhutla dan sebaran asap belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatra Utara. Pemantauan terus dilakukan, dan apabila terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada perjalanan, KAI akan segera menyampaikan informasi kepada pelanggan," ujar Anwar, pada Rabu (16/9/2026).

1. Tepat waktu capai 99,2 persen

Perjalanan Kereta Api di wilayah Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut)

Berdasarkan data 1-16 September 2026, dari 1.022 perjalanan kereta api penumpang yang dioperasikan KAI Divre I Sumut, tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat 100 persen. Sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 99,2 persen.

"Angka ketepatan waktu untuk kedatangan KA yang cukup tinggi mencerminkan bahwa operasional kereta api di Sumatera Utara masih cukup terjaga di tengah kondisi adanya kabut asap," kata Anwar.

Selain pemantauan visual, keamanan perjalanan juga didukung rambu-rambu di sepanjang jalur. Rambu tersebut wajib dipatuhi masinis, baik saat melintas, mendekati stasiun, hingga berhenti untuk naik-turun penumpang.

2. Pelanggan diminta menggunakan masker

Suasana stasiun KAI Divre I Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut)

Mengacu data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 16 September 2026 pukul 08.20 WIB, asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumatra Utara dan bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin.

Pada 15 September 2026, titik panas atau hotspot terpantau di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba, dan Tapanuli Selatan. Akibatnya, di sejumlah titik kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Merujuk panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masyarakat dan pelanggan di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus bepergian ke stasiun, pelanggan diminta menggunakan masker yang sesuai dan terpasang rapat menutupi hidung serta mulut. Pelanggan juga diminta segera mencari bantuan medis jika mengalami gangguan pernapasan.

3. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah

Perjalanan Kereta Api di wilayah Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut)

KAI juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, lahan, rumput kering, atau material lain di sekitar jalur kereta api.

"Selain asapnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan, tindakan tersebut juga berpotensi memperburuk jarak pandang masinis yang semakin terbatas di lintas operasional," tegas Anwar.

"KAI Divre I Sumatra Utara akan terus memantau perkembangan kondisi udara di sepanjang jalur kereta api. Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta mematuhi arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama," tutup Anwar.

Editorial Team

Related Article