Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar SMEP Banda Aceh Disulap Jadi Pusat Kuliner dan Wisata Sejarah
Pemko Banda Aceh revitalisasi Lapangan SMEP di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Pemko Banda Aceh merevitalisasi kawasan bekas Pasar SMEP Peunayong dengan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk dijadikan pusat kuliner, perdagangan, dan ruang publik multietnis.
  • Revitalisasi mengusung konsep multietnis yang menampilkan budaya Tionghoa, Turki, dan India guna mencerminkan sejarah serta keberagaman Banda Aceh sebagai kota heterogen.
  • Pendanaan dilakukan bertahap melalui DOKA, dimulai Rp3,7 miliar tahun ini, dengan rencana pengembangan aktivitas ekonomi malam seperti car free night dan pasar kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan merevitalisasi kawasan bekas Lapangan Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) sekaligus pasar di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, daerah setempat.

Kawasan yang selama ini dinilai kumuh dan terbengkalai tersebut akan ditata kembali dengan anggaran sekitar Rp10 miliar agar menjadi menjadi pusat kuliner, perdagangan, dan ruang publik multietnis.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengatakan revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru di ibu kota Aceh.


1. Pasar SMEP akan disulap menjadi pusat UMKM dan ruang publik

Pemko Banda Aceh revitalisasi Lapangan SMEP di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Illiza mengatakan Pasar SMEP dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang pascatsunami. Namun seiring waktu, aktivitas perdagangan terus menurun dan banyak kios tidak lagi beroperasi.

“Dulu pascatsunami tempat ini digunakan untuk merelokasi pedagang dari Pasar Aceh dan beberapa kawasan lainnya. Namun sekarang kondisinya sudah mulai kumuh, pedagang juga sudah tidak begitu laku dan banyak kios yang kosong,” kata Illiza, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, revitalisasi kawasan tersebut juga merupakan salah satu janji kampanye yang kini menjadi program prioritas pemerintah kota. 

Nantinya kawasan itu akan dilengkapi pertokoan, pusat UMKM, kafe, hingga amphiteater yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Di sini nantinya ada pertokoan, UMKM, fungsi kafe, kemudian amphiteater di tengah sehingga berbagai kegiatan dan pertunjukan bisa dilaksanakan di kawasan ini,” ujarnya.


2. Konsep multietnis akan mengangkat sejarah Banda Aceh

Pemko Banda Aceh revitalisasi Lapangan SMEP di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Illiza menjelaskan konsep penataan tidak hanya menghadirkan nuansa Tionghoa yang selama ini identik dengan kawasan Peunayong, tetapi juga budaya lain yang memiliki hubungan sejarah dengan Aceh, seperti Turki dan India.

“Saya minta ornamennya mencerminkan sejarah Aceh. Jangan hanya satu etnis yang ditampilkan, tetapi menggambarkan keberagaman karena Banda Aceh sejak dulu merupakan kota yang heterogen,” katanya.

Ia berharap kawasan tersebut menjadi ikon wisata sejarah sekaligus destinasi kuliner yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.


3. Anggaran mencapai Rp10 miliar, dikembangkan bertahap

Pemko Banda Aceh revitalisasi Lapangan SMEP di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Illiza mengatakan kebutuhan anggaran revitalisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Pada tahun ini, pemerintah baru mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,7 miliar, sedangkan sisanya akan diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.

“Untuk tahun depan sudah kita usulkan lagi anggarannya, tetapi memang belum mencapai 10 miliar rupiah. Masih kurang sekitar 2 miliar rupiah. Mudah-mudahan nanti ada tambahan anggaran dari pemerintah pusat, provinsi ataupun sumber lainnya,” ujar Illiza.

Ia menegaskan revitalisasi tersebut bukan membangun kawasan baru, melainkan mengembalikan fungsi Pasar SMEP yang selama ini terbengkalai.

Selain itu, Pemko Banda Aceh juga berencana mengembangkan aktivitas ekonomi malam melalui konsep car free night. Kawasan tersebut akan diisi dengan pusat kuliner malam, pasar kreatif, hingga pertunjukan seni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semua harus tertata dengan baik, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah, hingga konsep kuliner yang modern, higienis, dan halal,” kata Illiza.


Curated For You

Editorial Team

Related Article