Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Monyet yang Lukai Warga Inhil Riau Tertangkap, Total Korban 19 Orang
Monyet ekor panjang. (IDN Times/Bagus F)
  • Monyet liar ekor panjang yang menyerang warga di Parit 12 hingga 15, Tembilahan, Inhil, berhasil ditangkap tim gabungan pada 6 Agustus 2026 setelah operasi hampir dua pekan.
  • Tim memasang dua kerangkeng besi di lokasi berbeda dengan umpan cempedak dan pisang; monyet masuk perangkap di semak belakang rumah kosong, lalu diamankan ke kantor DPKP Inhil.
  • Sejak 23 Juli hingga 5 Agustus, serangan monyet jantan tersebut melukai 19 warga dari berbagai usia lewat gigitan dan cakaran; seluruh korban mendapat pengobatan serta vaksin rabies.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indragiri Hilir, IDN Times - Monyet liar jenis ekor panjang yang menyerang warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, tepatnya di daerah Parit 12 sampai 15, akhirnya berhasil ditangkap, Kamis (6/8/2026). Dimana, monyet tersebut masuk perangkap kerangkeng besi yang dipasang warga bersama tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, TNI, Polri, BPBD dan pemerintah kecamatan.

Dengan ditangkapnya hewan primata mamalia itu, mengakhiri operasi penangkapan yang berlangsung hampir dua pekan. Demikian dikatakan Kepala DPKP Kabupaten Inhil Junaidi Ismail.

"Jadi setelah kurang lebih dua pekan kita berkoordinasi dan melakukan pengamatan di lapangan akibat banyaknya warga yang menjadi korban, hari ini tim gabungan dari BBKSDA Riau dan DPKP Inhil, bersama unsur TNI, Polri, pihak kecamatan, BPBD, serta masyarakat, berhasil mengamankan satu ekor monyet berukuran besar," kata Junaidi Ismail.

Tertangkapnya monyet tersebut, langsung mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat dari dekat monyet yang melukai warga beberapa pekan terakhir.

1. Pasang dua perangkap dan umpan

Ilustrasi perangkap (IDN Times/ IG bumistars7)

Junaidi menerangkan, sebelumnya tim gabungan bersama warga memasang dua perangkap kerangkeng besi di lokasi berbeda. Perangkap yang berhasil menangkap monyet itu, ditempatkan di area semak-semak di bawah pohon, tepat di belakang sebuah rumah kosong,, lokasi yang sebelumnya menjadi salah satu titik terjadinya serangan terhadap warga.

Untuk memancing monyet ganas itu masuk ke dalam perangkap, tim gabungan menggunakan umpan berupa buah cempedak dan pisang yang memiliki aroma menyengat.

"Saat ini monyet tersebut telah diamankan dan dibawa ke kantor (DPKP Inhil)," terangnya.

2. Panjang tubuh monyet mencapai 2 meter

ilustrasi monyet ekor panjang (pixabay.com/Erik_Karits)

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, monyet yang menyerang warga tersebut berjenis kelamin jantan, dengan memiliki tinggi 1 meter dan panjang tubuh mencapai 2 meter.

Selain itu, monyet tersebut juga memiliki gigi taring yang cukup panjang. Adapun  ciri khususnya, terdapat bekas luka atau codet pada bagian pipinya.

3. Total korban 19 orang

Salah satu warga yang menjadi korban serangan monyet, memperlihatkan luka dibagian punggung yang telah diobati (IDN Times/ dok DPKP Inhil)

Diketahui, sejak dilaporkan pertama kali pada 23 Juli hingga 5 Agustus, jumlah total korban tercatat 19 orang. Para korban merupakan orang dewasa, anak-anak dan juga lansia.

Seluruh korban mengalami luka gigitan dan cakaran monyet tersebut dibagian kaki, tangan dan punggung. Selain pengobatan, para korban monyet itu juga disuntik vaksin untuk mencegah rabies.

Curated For You

Editorial Team

Related Article