Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Kaharuddin Nasution, Gubernur Dua Provinsi
Kaharuddin Nasution pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sumut ke-2 dan juga Gubernur Provinsi Riau (dok. PICRYL)
  • Kaharuddin Nasution, lahir 23 Juli 1925, adalah perwira TNI AD yang pernah memimpin RPKAD dan menempati berbagai posisi strategis sebelum terjun ke dunia pemerintahan.
  • Ia menjabat Gubernur Riau pada 1960–1966, kemudian menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan sebelum dipercaya memimpin Sumatera Utara periode 1983–1988.
  • Dikenal tegas dan berjiwa pejuang, Kaharuddin wafat pada 25 September 1990 dan namanya diabadikan melalui Stadion Rumbai Kaharuddin Nasution di Pekanbaru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
23 Juli 1925

Kaharuddin Nasution lahir.

1956–1958

Menjabat sebagai Komandan RPKAD, pasukan elit cikal bakal Kopassus.

1960

Menjadi Komandan Korem Wirabima dan mulai menjabat Gubernur Riau pada masa awal berdirinya provinsi tersebut.

1960–1966

Menjabat sebagai Gubernur Riau, merangkap Ketua DPRD serta memimpin pendirian Universitas Islam Riau dan Universitas Negeri Riau.

1967–1971

Menjabat Pangdam XIII/Merdeka.

1971–1973

Menjabat Inspektur Jenderal TNI AD.

1973–1982

Bertugas sebagai Inspektur Jenderal Departemen Penerangan dan sempat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

1981

Dianugerahi gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI oleh Menhankam.

1983–1988

Menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara selama lima tahun, dikenal dengan kepemimpinan tegas berlatar militer.

25 September 1990

Kaharuddin Nasution wafat dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

kini

Namanya dikenang melalui Stadion Rumbai Kaharuddin Nasution di Pekanbaru sebagai penghormatan atas jasanya bagi Provinsi Riau.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kaharuddin Nasution dikenal sebagai perwira TNI yang pernah menjabat Gubernur Riau dan Gubernur Sumatera Utara, serta memiliki karier panjang di militer, pemerintahan, akademik, dan diplomasi.
  • Who?
    Letnan Jenderal TNI Kaharuddin Nasution, lahir 23 Juli 1925 dan wafat 25 September 1990, mantan Komandan RPKAD serta Gubernur Sumut periode 1983–1988.
  • Where?
    Ia memimpin di Riau dan Sumatera Utara, pernah bertugas di Jakarta, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
  • When?
    Masa kepemimpinan Kaharuddin berlangsung antara tahun 1960 hingga 1988; ia meninggal dunia pada 25 September 1990.
  • Why?
    Kaharuddin dipercaya memimpin karena pengalaman militernya yang luas dan kontribusinya dalam pembangunan daerah serta pengabdian pada negara sejak masa perjuangan kemerdekaan.
  • How?
    Ia meniti karier dari Komandan RPKAD tahun 1956–1958, kemudian menjadi gubernur dua provinsi, pejabat kementerian, hingga duta besar Indonesia untuk Korea Selatan sebelum wafat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada seorang bapak namanya Kaharuddin Nasution. Dulu dia tentara hebat dan pernah jadi komandan pasukan khusus. Setelah itu dia jadi Gubernur di Riau lalu di Sumatera Utara. Dia juga pernah jadi duta besar ke Korea Selatan. Sekarang bapak itu sudah meninggal, tapi namanya masih dikenang orang karena banyak jasanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kisah Kaharuddin Nasution menunjukkan bagaimana dedikasi dan disiplin seorang prajurit dapat memberi kontribusi luas bagi masyarakat. Dari hutan latihan RPKAD hingga ruang pemerintahan, ia membawa semangat kepemimpinan yang konsisten. Pengabdiannya di bidang militer, pendidikan, dan diplomasi mencerminkan sosok yang mampu menyalurkan pengalaman tempur menjadi ketegasan dalam membangun daerah dan menjaga stabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Jika disebut nama Gubernur Sumatera Utara era 1980-an, satu nama yang tak bisa dilewatkan adalah Letnan Jenderal TNI Kaharuddin Nasution. Pria kelahiran 23 Juli 1925 ini memimpin Sumut selama 5 tahun, dari 1983 hingga 1988, menggantikan EWP Tambunan.

Namun jejak Kaharuddin jauh lebih panjang dari sekadar kursi gubernur. Ia adalah prajurit, pejuang, akademisi, hingga diplomat.

Berikut IDN Times rangkum jejak Kaharuddin Nasution mulai dari Jenderal RPKAD hingga menjadi Gubernur.

1. Dari hutan RPKAD ke gedung Gubernur

Kaharuddin Nasution pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sumut ke-2 dan juga Gubernur Provinsi Riau (dok. wikimedia commons)

Sebelum menjabat di Pemprov Sumut, Kaharuddin adalah nama besar di tubuh TNI Angkatan Darat (AD). Ia pernah menjabat Komandan RPKAD pada 1956–1958, pasukan elit cikal bakal Kopassus. Kariernya terus menanjak mulai dari Komandan Korem Wirabima 1960, Pangdam XIII/Merdeka 1967–1971, hingga Inspektur Jenderal TNI AD 1971–1973.

Pengalamannya di medan tempur dan komando inilah yang kemudian mengantarkannya ke dunia pemerintahan.

2. Gubernur Riau dulu kemudian Sumut

Kampus UIR yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru (IDN Times/ google)

Sebelum ke Medan, Kaharuddin sudah kenyang dengan berbagai pengalaman memimpin daerah. Ia dipercaya menjadi Gubernur Riau pada tahun 1960–1966, masa-masa awal provinsi itu berdiri. Di Riau, ia juga merangkap Ketua DPRD dan mendirikan cikal bakal kampus, sebagai Pimpinan Universitas Islam Riau dan Ketua Dewan Rektor Universitas Negeri Riau.

Setelah tugas di Jakarta sebagai Inspektur Jenderal Departemen Penerangan 1973–1982 dan sempat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, ia kembali ke Sumatra. Kali ini untuk memimpin provinsi terbesar di Pulau Sumatra.

3. Era Kepemimpinan 1983-1988 di Sumut

Kaharuddin Nasution pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sumut ke-2 dan juga Gubernur Provinsi Riau (dok. wikimedia commons)

Menjabat Gubernur Sumut pada era tahun 1983-1988, Kaharuddin dikenal sebagai pemimpin berlatar militer yang tegas. Masa itu identik dengan upaya penataan pembangunan, dan stabilitas daerah.

Atas jasa-jasanya sebagai pejuang kemerdekaan, ia dianugerahi gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI pada 1981 oleh Menhankam.

4. Meninggal dan dikenang

Kaharuddin Nasution pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sumut ke-2 dan juga Gubernur Provinsi Riau (dok. PICRYL)

Kemudian, Kaharuddin Nasution wafat pada 25 September 1990. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

Namanya tetap hidup. Di Riau, masyarakat mengenal Stadion Rumbai Kaharuddin Nasution di Pekanbaru sebagai penghormatan atas jasanya membangun provinsi tersebut.

Dari komandan pasukan elit, gubernur dua provinsi, hingga duta besar. Kaharuddin Nasution adalah potret perwira TNI yang lintas peran di barak, di kampus, di gedung pemerintahan, hingga di luar negeri.

Topics

Editorial Team

Related Article