Ramadan selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Soalnya selama bulan ini, pahala akan berlipat ganda jika melakukan ibadah dan amalan-amalan baik.
Begitupun ada saja yang memilih untuk tak serius menjalankannya. Fenomena mokel alias buka puasa diam-diam sebelum waktunya masih saja terjadi. Di Medan disebut tempus (tembak puasa).
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa ada yang merasa bangga dengan tindakan tersebut? Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai alasan di balik sikap tersebut. Mulai dari pengaruh lingkungan sosial, tekanan dari teman sebaya, hingga pandangan pribadi tentang puasa itu sendiri. Mari kita telusuri lebih dalam fenomena ini dan apa yang sebenarnya mendasarinya.
