Medan, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akhirnya mengakui instalasi mereka berada di lokasi rumah yang meledak di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (21/7/2026). Hal itu diungkap General Manager (GM) of Sales and Operation Region I (SOR I) at PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) is Andi Sangga Prasetia, Selasa (21/7/2026) petang.
“Kami sampaikan bahwa kami mempunyai jaringan pipa gas di Perumahan Grand Polonia ini yang melayani pelanggan di dalam kompleks ini, termasuk di rumah di 3B tersebut,” katanya.
Namun Andi enggan berspekulasi soal dugaan ledakan itu berasal dari instalasi mereka. Dia masih menunggu hasil investigasi kepolisian. Meski dia menyebut, kompleks elit itu memang menggunakan jaringan gas milik PGN.
Dia pun menjelaskan, gas metana yang dialirkan kepada pelanggan diklaim sangat aman. Kata dia gas bumi itu langsung menguap jika terlepas ke udara.
“Untuk kenapa terjadinya seperti ini, nanti kita tunggu hasil dari investigasi bersama. Soalnya kami juga nanti akan mendukung apa-apa yang akan dilakukan oleh Kepolisian dan Labfor,” ujarnya.
Dia pun menegaskan PGN langsung menutup aliran gas setelah kejadian ledakan. Saat ini, PGN terlibat dalam proses investigasi dugaan penyebab ledakan.
Sebelumnya, dalam hasil investigasi sementara kepolisian, penyebab ledakan diduga berasal dari jaringan gas pipa tanam yang ada di rumah itu.
Dalam peristiwa ini, petugas menyimpulkan, ada tujuh korban terdampak ledakan. Empat orang dalam keadaan selamat, dan tiga orang meninggal dunia.
Empat orang tersebut yakni; Hasan (ayah pemilik rumah), anak pemilik rumah yang masih berusia balita, seorang sopir, dan seorang kurir pengantar paket. Sementara tiga orang yang meninggal dunia yakni; Jesika (istri pemilik rumah) dan dua asisten rumah tangga, Ros dan Sinta.
Informasi yang dihimpun, pemilik rumah itu Bernama Chris Hasan, seorang pengusaha bergerak dibidang produksi plastik. Dia juga disebut memiliki pabrik plastik di kawasan Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Saat kejadian, Chris sedang berada di Jakarta.
