Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Rizky Pratama, Sempat Putus Sekolah Kini Betah di SRMP 2 Medan

Kota Medan
Kisah Rizky Pratama, Sempat Putus Sekolah Kini Betah di SRMP 2 Medan
Muhammad Rizky Pratama (13) siswa SRMP 2 Medan diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat di Gedung MPR RI, pada Jumat (14/8/2026). (Dok. TV Parlemen)

  • Muhammad Rizky Pratama, siswa SRMP 2 Medan yang pernah putus sekolah dan menjual ikan, diperkenalkan Presiden Prabowo dalam rapat di Gedung MPR pada 14 Agustus 2026.
  • Rizky dijangkau tim PKH Medan Belawan pada 2025. Awalnya ia menolak lanjut SMP dan belum bisa membaca, sebelum pendekatan keluarga serta sosialisasi Sekolah Rakyat membuatnya bergabung.
  • Setelah setahun di SRMP 2 Medan, kemampuan membaca, motivasi belajar, mental, dan sosial Rizky membaik. Ia kini kelas 2, betah sekolah, dan bercita-cita menjadi tentara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Nama Muhammad Rizky Pratama (13) mendadak viral setelah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Dengar Pidato Presiden di Gedung MPR RI, pada Jumat (14/8/2026). Rizky merupakan salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang sebelumnya sempat putus sekolah dan bekerja sebagai penjual ikan.

Di balik kisah Rizky, ada peran penting para pendamping Program Keluarga Harapan PKH yang kini bertugas sebagai wali asuh di SRMP 2 Medan. Salah satunya Nanda Nugraha Pandapotan Lubis.

Nanda pada awal pembukaan Sekolah Rakyat 2025 bertugas menjaring calon siswa dari wilayah kerjanya, targetnya adalah warga miskin yang putus sekolah atau terancam putus sekolah dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2.

Pada 5 Januari 2026 profilnya pernah ditayangkan di instagram resmi Kemensos RI dengan judul "Hidup Rizky kini membuka bab baru bersama Sekolah Rakyat"

Berikut pengakuan Nanda petugas PKH yang kini jadi wali asuh di SRMP 2 Medan Jalan Flamboyan 3, Medan.

  1. 1. Rizky dijaring oleh tim PKH Medan Belawan pada tahun 2025

    WhatsApp Image 2026-08-16 at 15.42.23.jpeg
    Muhammad Rizky Pratama (13) siswa SRMP 2 Medan (Dok. IG Kemensos RI)

    Nanda menjelaskan, awal mula Rizky bisa masuk Sekolah Rakyat berawal dari tugas penjangkauan calon siswa yang diberikan Direktorat di Kementerian Sosial kepada para pendamping PKH.

    "Dasar Rizky masuk ke sekolah rakyat, kami pendamping PKH diberikan tugas dari direktorat di Kementerian Sosial untuk penjangkauan calon siswa SR. Pada saat itu, saya menemukan Rizky karena ada tugas penjangkauan calon siswa SR," kata Nanda kepada IDN TImes, Sabtu 16 Agustus 2026.

    Setelah proses penjangkauan, para pendamping PKH kemudian ditugaskan menjadi wali asuh di SRMP 2 Medan.

    "Setelah penjangkauan saya pribadi dan teman-teman PKH ditugaskan menjadi wali asuh di SRMP 2 Medan. Jadi, awalnya tugas pertama menjangkau," ujarnya.

    Menurut Nanda, tantangan terbesar di awal pembukaan Sekolah Rakyat adalah meyakinkan masyarakat. Minimnya informasi membuat banyak orang tua menolak anaknya sekolah.

    "Kalau kemarin itu sebenarnya di awal berbeda dengan sekarang. Di awal kita cukup kesulitan untuk meyakinkan masyarakat, orang tua, siswa untuk gabung ke SR. Karena minimnya informasi dan program pertama kali buka. Beda sama tahun sekarang peserta sudah banyak. Kalau dulu sempat ditolak, tidak mau anaknya," jelasnya.

  2. 2. Tidak pandai membaca, Rizky sempat menolak lanjut sekolah menengah

    IMG_20260511_143306.jpg
    Suasana belajar di SRMP 2 Sentra Bahagia Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Nanda menyebut Rizky awalnya juga sempat menolak untuk melanjutkan pendidikan ke SMP.

    "Kalau si Rizky ini saya cukup senang. Meskipun sempat ada penolakan dari dirinya, sempat juga dia tidak mau sekolah lagi untuk melanjutkan ke SMP. Syukur kita ada pendekatan dari neneknya. Terus kita berikan sosialisasi Sekolah Rakyat itu apa, fasilitas apa saja yang didapat, baru dia mau ikut ke SR," kata Nanda.

    Saat ditemukan, Rizky baru tamat SD namun sempat putus sekolah. Kondisi akademisnya pun tertinggal jauh.

    "Kalau secara akademiknya di awal memang dia tidak bisa baca. Karena memang namanya anak yang di sekolah modelnya memang anaknya kurang niatan sekolah, motivasi belajar juga kurang," ucapnya.

  3. 3. Tinggal dengan 12 orang dalam satu rumah

    IMG_20260511_143144.jpg
    Suasana belajar di SRMP 2 Sentra Bahagia Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Berdasarkan penjangkauan, Rizky tinggal bersama kakek dan neneknya, Masita dan Salamuddin, di sekitaran Benteng Sungai Deli Jalan Jong Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

    "Dia bukan anak yatim piatu. Dia itu ada orang tuanya, mama dan ayahnya ada. Cuma tidak mengurus dia, ditelantarkan lah dia jadi dia tinggal sama kakek dan neneknya. Mamaknya ke Batam kerja, ayahnya nikah lagi," kata Nanda.

    Rizky merupakan anak sulung dari 4 bersaudara. Beban keluarga cukup berat karena dalam satu rumah tinggal 12 orang, mulai dari cucu hingga anak neneknya yang masih kelas 5 SD.

    "Mata pencaharian nenek dan kakeknya nelayan kerang. Dulu memang kakeknya nelayan ada perahunya tapi sudah rusak. Jadi sama-sama cari kerang. Dulu juga mereka sempat jualan ikan," ujarnya.

    Rizky merupakan anak sulung, ada tiga adiknya berusia 2,5 dan 11 tahun.

  4. 4. Kini Rizky mengalami perubahan signifikan di Sekolah Rakyat

    IMG_20260511_143213.jpg
    Suasana belajar di SRMP 2 Sentra Bahagia Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Sudah satu tahun Rizky menimba ilmu di SRMP 2 Medan. Nanda yang bukan merupakan wali asuh langsung Rizky, mengaku melihat perubahan besar pada diri Rizky.

    "Meskipun tidak menjadi wali asuhnya Rizky, dirinya sangat senang dan melihat adanya perubahan akademik, mental dan sosial. Dulu jauh lah, dulu tidak bisa baca. Sekarang sudah bisa. Dan motivasi belajarnya juga sudah Alhamdulillah sudah membaik, dari etika juga sudah baik," kata Nanda.

    Bahkan Rizky kini sudah sangat betah di sekolah. Saat libur panjang kemarin, Rizky justru bertanya kapan masuk sekolah lagi.

    "Keluarganya juga mengakui jauh lebih baik. Dan dia sekarang malah lebih suka di sekolah. Kemarin sempat ada libur agak panjang, ya dia nanya terus kapan kita masuk sekolah katanya," tuturnya.

    Saat ini Rizky sudah naik ke kelas 2 SRMP. Cita-citanya ingin menjadi Tentara.

    "Penyeleksian hingga dia dipanggil Presiden saya kurang tahu pasti. Tapi yang pasti kemarin tim Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia dan Sekretariat Negara datang ke SR. Dia berangkat tanggal 11 atau 12 Agustus. Jadi sudah hampir seminggu dia di Jakarta dan rencana tanggal 18 dia kembali. Berarti 17 Agustus di sana," jelas Nanda.

  5. 5. Berharap sekolah rakyat dapat terus berkelanjutan

    IMG_20260511_143144.jpg
    Suasana belajar di SRMP 2 Sentra Bahagia Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Nanda berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berlanjut karena dinilai mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    "Intinya anak murid SR ini tetaplah semangat, berjuang dan motivasi dirinya untuk belajar agar cita-citanya tercapai dan mengangkat derajat keluarga. Karena harapannya anak ini yang akan membantu dan mengangkat derajat keluarganya dari lingkaran kemiskinan lewat Sekolah Rakyat," katanya.

    "Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan siapa pun presidennya. Karena ini program cukup baik untuk mengubah masa depan anak-anak ke depannya. Semua Sekolah Rakyat ditanggung. Mereka hanya dituntut untuk belajar secara akademik dengan karakter yang baik, berakhlak. Sebab berilmu tanpa beradab agak kurang rasanya. Jadi di Sekolah Rakyat ini dituntut kita berilmu dan kita harus beradab," tutup Nanda.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More