Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[BREAKING] Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Tidak Berpotensi Tsunami

Kota Medan
[BREAKING] Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Gempa tektonik M6,4 mengguncang Simalungun, Sumatra Utara, Sabtu pukul 17.54 WIB, berkedalaman 168 kilometer dengan episenter sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun.
  • BMKG menyatakan gempa akibat aktivitas subduksi lempeng ini tidak berpotensi tsunami; guncangan mencapai V MMI di Tebingtinggi, Kabanjahe, dan Limapuluh.
  • Hingga pukul 18.16 WIB belum terdeteksi gempa susulan. BMKG mengimbau warga tetap tenang, menghindari bangunan retak atau rusak, serta tidak percaya informasi yang belum terverifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Simalungun, IDN Times Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatra Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. Gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB dengan kedalaman 168 kilometer.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT atau tepatnya di darat, sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatra Utara.

“Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme sesar geser turun atau oblique normal fault.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas hingga V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh.

“Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan dapat menyebabkan banyak orang terbangun,” ujar Wijayanto.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; dan Kota Pangururan. Pada skala IV MMI, getaran pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More