Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi pemandangan megah kawasan Danau Toba (pexels.com/neilstha firman)
  • Realisasi kunjungan wisman ke Sumatra Utara hingga September mencapai 233.343 orang, masih di bawah target tahunan 365.000 kunjungan.

  • Disbudparekraf Sumut menyiapkan delapan agenda wisata pada dua bulan terakhir tahun ini untuk mendongkrak kedatangan turis mancanegara.

  • Pemprov Sumut juga menetapkan sembilan cagar budaya baru sebagai daya tarik wisata berbasis kebudayaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Jumlah wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara mencapai 250.413 orang.

tahun berikutnya

Jumlah wisatawan mancanegara tumbuh 16,80 persen menjadi 292.481 orang.

hingga September lalu

Realisasi kedatangan turis asing ke Sumatra Utara mencapai 233.343 orang atau 63,93 persen dari target tahunan.

Jumat (6/11/2026)

Terang Dewi Susantri Ujung menyampaikan keyakinan target kunjungan dapat dikejar dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut.

Sabtu (7/11/2026)

Pernyataan Terang mengenai target kunjungan dan agenda wisata disampaikan secara tertulis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Sumatra Utara mengejar target 365.000 kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini.
  • Who?
    Pemprov Sumatra Utara melalui Disbudparekraf Sumut, termasuk Terang Dewi Susantri Ujung dan Sylvia Rosita Armayanti Lubis.
  • Where?
    Sumatra Utara, termasuk sejumlah kabupaten dan kota dengan situs cagar budaya.
  • When?
    Sepanjang tahun ini, dengan agenda wisata pada dua bulan terakhir tahun ini.
  • Why?
    Realisasi kunjungan hingga September baru 233.343 orang, sehingga masih ada defisit 131.657 kunjungan dari target tahunan.
  • How?
    Melalui delapan agenda wisata dan penetapan sembilan cagar budaya baru sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumatra Utara ingin didatangi 365 ribu turis dari negara lain. Sampai September, baru 233.343 turis yang datang. Pemerintah menyiapkan delapan acara wisata dan sembilan cagar budaya baru. Ada festival, lomba, dan pertunjukan seni. Mereka berharap banyak turis datang pada akhir tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Upaya Sumatra Utara mengejar kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya mengandalkan acara hiburan dan perlombaan, tetapi juga pelestarian cagar budaya. Penetapan sembilan situs baru dapat memperluas pilihan wisata berbasis kebudayaan, sementara delapan agenda akhir tahun memberi ruang bagi promosi seni, tradisi, olahraga, dan kreativitas daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara memasang target 365.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun ini. Namun hingga September lalu, realisasi kedatangan turis asing ke Sumut baru menyentuh angka 233.343 orang atau 63,93 persen dari target tahunan.

Artinya, Pemprov Sumut masih harus mengejar defisit 131.657 kunjungan wisman di sisa waktu jelang tutup tahun. Untuk menambal kekurangan tersebut, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut menyiapkan delapan agenda wisata dan mengandalkan daya tarik situs cagar budaya.

1. Masih kurang lebih dari 131 ribu kunjungan meski tren tahunan diklaim naik

Istana Maimun di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Di atas kertas, grafik kunjungan wisman ke Sumatra Utara memang tercatat naik dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah wisman mencapai 250.413 orang, lalu tumbuh 16,80 persen menjadi 292.481 orang pada tahun berikutnya.

Namun, patokan target tahun ini melonjak cukup tinggi ke angka 365.000 kunjungan. Dengan capaian 233.343 orang hingga kuartal ketiga, masih ada beban 36,07 persen target yang harus dituntaskan dalam waktu singkat.

Kendati demikian, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung tetap yakin target tersebut mampu dikejar. Dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (6/11/2026), ia menyebut pergerakan wisman biasanya membludak menjelang pergantian tahun.

“Kita optimis sampai akhir tahun target yang ditentukan akan tercapai setelah karena ada beberapa event yang akan kita selenggarakan di Sumut, dan lonjakan wisman memang banyak terjadi di akhir tahun,” kata Terang dalam pernyataan tertulis, Sabtu (7/11/2026).

2. Menggeber delapan agenda dari festival layang-layang hingga lomba burung kicau

ilustrasi burung kicau yang tidak mengalami over birahi (unsplash.com/Kaikara Dharma)

Yang menjadi sorotan adalah deretan agenda yang disiapkan Disbudparekraf Sumut pada dua bulan terakhir tahun ini untuk mendongkrak kedatangan turis mancanegara. Jumlahnya ada delapan kegiatan.

Bentuknya beragam. Mulai dari Festival Kebudayaan Sumut 2026, Festival Seni dan Budaya Daerah, Sumut Fashion Beauty, hingga Familiarization Trip Astex.

Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga memasukkan North Sumatra International Kite Festival, Lomba Burung Kicau, Kejuaraan E-Sport, serta Pertunjukan Seni Tetabuhan Perkusi Sumut ke dalam daftar penarik wisatawan.

“Event kita di dua bulan terakhir 2026 masih cukup banyak dan kami optimis itu akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara kita, mari kita dukung dan terus mempromosikan event-event tersebut,” ujar Terang.

3. Menetapkan sembilan cagar budaya baru sebagai magnet wisata sejarah

Suasana Danau Toba (Mangara Wahyudi)

Selain mengandalkan panggung hiburan dan perlombaan, Pemprov Sumut berupaya memikat wisman lewat jalur wisata berbasis kebudayaan. Strateginya: menetapkan situs cagar budaya baru di daerah.

Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Sumut, Sylvia Rosita Armayanti Lubis, menjelaskan pihaknya semula menargetkan penetapan tiga cagar budaya baru. Hingga akhir tahun ini, jumlah yang ditetapkan mencapai sembilan cagar budaya baru.

Deretan situs sejarah di berbagai kabupaten dan kota itu kini disiapkan sebagai magnet tambahan bagi pelancong asing.

“Kita ingin cagar-cagar budaya ini terus terpelihara dan menjadi daya tarik bagi wisman karena situs-situs ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan seperti Istana Lima Laras, Desa Hilisimaetano di Nias, Makam Papan Tinggi, Situs Bongal dan lainnya,” pungkas Sylvia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article