Ibunda Steven Arya Menangis Saksikan Prarekonstruksi Kematian Anak

- Prarekonstruksi kasus meninggalnya Steven Arya Sitorus digelar di Tangkahan, Langkat, untuk mencocokkan keterangan saksi terkait peristiwa 31 Mei 2026 dengan total 16 adegan diperagakan.
- Suasana haru terjadi saat adegan di tepi Sungai Tangkahan diperagakan, mengingatkan keluarga pada momen terakhir Steven sebelum tenggelam menurut kesaksian teman-temannya.
- Keluarga merekam seluruh pra-rekonstruksi sebagai dokumentasi dan menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan sebelum mengungkap hal-hal yang dianggap janggal ke publik.
Langkat, IDN Times – Tangis pecah dari Armina Dewi Siagian saat menyaksikan pra-rekonstruksi kasus meninggalnya putranya, Steven Arya Sitorus (18), di kawasan wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026). Prarekonstruksi digelar untuk mencocokkan keterangan para saksi terkait peristiwa yang terjadi pada 31 Mei 2026.
Armina bersama keluarga mengikuti seluruh rangkaian pra-rekonstruksi yang menghadirkan teman-teman Steven sebagai saksi. Dalam kegiatan tersebut, diperagakan sebanyak 16 adegan berdasarkan keterangan yang telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
1. Tangis pecah saat adegan di tepi sungai

Suasana haru tak terbendung ketika memasuki adegan kedelapan yang menggambarkan peristiwa di tepi Sungai Tangkahan. Armina tampak menutupi wajahnya dengan kain ulos sambil menyaksikan pemeran pengganti memperagakan kronologi berdasarkan keterangan para saksi.
Menurut Armina, para saksi menyampaikan bahwa saat itu kondisi air sungai masih berada di bawah lutut. "Air sungainya saat itu di bawah lutut. Dia melompat dari tepian sungai untuk berenang. Kawan-kawannya bilang dia sempat berdiri dan melambaikan tangan sambil berkata, 'Aku duluan ya, woi'," ujar Armina menirukan keterangan para saksi.
Momen tersebut kembali mengingatkan Armina pada kepergian putranya yang masih menyisakan banyak pertanyaan bagi keluarga.
2. Polisi gelar pra-rekonstruksi dengan menghadirkan para saksi

Prarekonstruksi berlangsung di salah satu penginapan di Jalan Namu Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Kegiatan itu dihadiri personel Polres Langkat, Kapolsek Padang Tualang beserta jajaran, serta Bhabinkamtibmas.
Saat ditemui awak media di lokasi, Kapolsek Padang Tualang, M. Yassir Parinduri, memilih tidak memberikan keterangan mengenai materi penyelidikan.
"Jangan saya diwawancarai, kasusnya belum selesai. Lebih bagus ke Humas Polres Langkat saja," ujarnya.
3. Keluarga sebut pra-rekonstruksi menjadi bahan evaluasi

Pihak keluarga menyatakan seluruh rangkaian pra-rekonstruksi direkam sebagai dokumentasi untuk dibandingkan dengan keterangan dalam berita acara pemeriksaan.
Menurut keluarga, mereka belum ingin mengungkapkan hal-hal yang dianggap janggal kepada publik karena masih menghormati proses penyelidikan yang berlangsung.
"Setiap reka adegan kami rekam dengan ponsel. Kami tidak ingin ada informasi yang terlewat. Hal-hal yang kami anggap janggal belum kami sampaikan ke publik dan akan menjadi bahan pertimbangan untuk langkah selanjutnya dalam mengawal kasus Steven," kata perwakilan keluarga melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/6/2026).
Sebelumnya, keluarga juga telah melakukan ekshumasi jenazah Steven Arya Sitorus pada Sabtu (13/6/2026) di Kabupaten Toba. Proses tersebut dilakukan bersama tim forensik yang dipimpin dokter forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM, didampingi ahli forensik Juwita Panjaitan, serta disaksikan aparat kepolisian dan TNI.

















