ilustrasi rumah sakit (pexels.com/supplier gorden ready stok minimalis)
Sebelumnya, video Nurmian dan suaminya bersujud di depan baliho Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @banginting, Nurmian terlihat menangis sambil memohon bantuan karena tidak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya.
"Pak bantu kami pak, anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere pak, biayanya terlalu besar pak, kami tidak punya uang lagi, rumah pun sudah saya gadai untuk menebus anak saya," ujar Nurmian dalam video tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan, anak Nurmian pertama kali dirawat di RS Pertamina Pangkalan Brandan pada 31 Mei 2026 setelah mengalami luka tusukan. Karena membutuhkan penanganan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular, pasien kemudian dirujuk ke Medan dan keluarga memilih RS Mitra Medika Premiere sebagai tempat perawatan lanjutan.
Menurut Faisal, rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS sehingga seluruh biaya menjadi tanggungan pasien. Sebelum tindakan operasi dilakukan, keluarga telah menandatangani persetujuan dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta.
"Estimasi biaya pengobatan cukup besar, sebelum operasi dilakukan, keluarga juga telah menandatangani surat persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta," kata Faisal.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit, biaya perawatan berhasil dikurangi menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien sebelumnya telah membayar deposit Rp45 juta sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta.
"Total tagihan sebesar Rp147 juta, setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta," ujar Faisal.
Ia menambahkan rumah sakit juga memberikan tenggat waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026 sembari pemerintah mencari solusi untuk meringankan beban keluarga pasien.