Terus menekuni hobi merajut sejak umur 12 tahun, kini Ika Mary Pasaribu sudah memiliki usaha rajutan rumahan. Ia juga membentuk komunitas rajutan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatra Utara. Tersebar dari Medan hingga Rantauprapat dan Labuhanbatu Utara.
Mengubah hobi membuat pernak pernik rajut jadi usaha yang menguntungkan, hingga menghasilkan Rp 10 juta per tahun. Ika mengatakan awalnya mulai ada teman yang meminta dibuatkan souvenir pernikahan atau kado untuk bayi baru lahir hasil rajutan nya.
“Dari dulu memang buat rajutan gini cuman belum ada label, penjualan sebelum ada nama Amirahcraft juga udah ada, misalnya gift melahirkan itu kupluk baby,”katanya.
