Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Dunia Tembus $4.650 per Ons Troy, Berikut Faktornya
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
  • Harga emas dunia menguat ke sekitar US$4.650 per ons troy setelah minyak mentah turun ke US$86 per barel, sehingga spekulasi kenaikan suku bunga acuan mereda.
  • Penguatan emas didorong rencana buyback obligasi pemerintah AS, sikap The Fed menahan bunga, inflasi terkendali, geopolitik stabil, serta ancaman sanksi AS terhadap Iran yang lebih ringan.
  • Pengamat Gunawan Benjamin memproyeksikan emas berpeluang menyentuh US$5.000 per ons tahun ini, meski volatilitas dan koreksi jangka pendek berpotensi tertahan di sekitar US$4.500.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelumnya

Harga emas sempat terkoreksi hingga melemah di bawah $4.000 per ons troy karena kekhawatiran kenaikan bunga acuan The Fed.

belakangan ini

Rencana buy back obligasi pemerintah AS, pelemahan minyak mentah, kebijakan bunga The Fed, inflasi yang terkendali, dan stabilitas geopolitik mendorong kenaikan emas.

hari ini

Harga emas dunia menguat ke kisaran $4.650 per ons troy setelah harga minyak mentah turun ke $86 per barel.

pada tahun ini

Harga emas diperkirakan berpeluang kembali mencoba menyentuh $5.000 per ons troy.

dalam jangka pendek

Harga emas masih berpeluang mengalami koreksi teknikal.

dalam waktu dekat

Potensi koreksi teknikal diperkirakan tertahan di sekitar $4.500 per ons troy.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga emas dunia menguat ke kisaran 4.650 dolar AS per ons troy dan diperkirakan berpeluang menguji level 5.000 dolar AS per ons troy tahun ini.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menyampaikan penilaian mengenai pergerakan emas; pelaku pasar turut disebut cenderung mengakumulasi aset safe haven saat ketegangan geopolitik memburuk.
  • Where?
    Pergerakan terjadi di pasar emas dunia. Pembahasan koridor maritim yang memengaruhi harga minyak berlangsung antara Iran dan Oman di Selat Hormuz.
  • When?
    Penguatan harga emas terjadi pada perdagangan hari ini. Peluang harga menyentuh 5.000 dolar AS per ons troy diperkirakan berlangsung pada tahun ini.
  • Why?
    Penguatan dipicu pelemahan minyak mentah ke 86 dolar AS per barel, yang menurunkan spekulasi kenaikan suku bunga, serta rencana buyback obligasi AS, kebijakan The Fed, dan tensi geopolitik stabil.
  • How?
    Harga emas naik setelah minyak mentah turun. Secara jangka pendek, emas masih berpotensi terkoreksi, namun koreksinya diperkirakan tertahan di sekitar 4.500 dolar AS per ons troy.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga emas dunia naik sampai 4.650 dolar per ons. Harga minyak turun jadi 86 dolar per barel. Gunawan Benjamin bilang emas bisa naik lagi sampai 5.000 dolar tahun ini. Orang-orang membeli emas saat mereka takut keadaan dunia memburuk. Sekarang harga emas mungkin turun sedikit, tapi bisa tertahan dekat 4.500 dolar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga dan sanksi yang tidak seagresif perkiraan, penguatan emas mencerminkan dukungan sentimen yang lebih beragam daripada sekadar lonjakan sesaat. Penurunan minyak serta pembicaraan koridor maritim turut memberi ruang bagi stabilitas, sementara fundamental emas dinilai tetap kuat meski pergerakannya berpotensi volatil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Harga emas dunia kembali menguat tajam pada perdagangan hari ini Rabu (26/8/2026). Penguatan dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah dunia yang menurunkan spekulasi kenaikan suku bunga acuan.

Berdasarkan pantauan pasar, harga emas dunia melonjak ke kisaran $4.650 per ons troy. Kenaikan itu terjadi setelah harga minyak mentah dunia turun ke level $86 per barel.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menjelaskan, penurunan harga minyak mentah dipicu oleh pembahasan pembentukan koridor gabungan sementara di Selat Hormuz antara Iran dan Oman. Pembicaraan teknis kedua negara disebut akan terus berlanjut untuk mewujudkan koridor maritim permanen di masa mendatang.

1. Sederet sentimen dorong penguatan emas

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Menurut Gunawan, ada sejumlah faktor yang membuat harga emas terus menjanjikan meskipun belakangan meroket cukup tajam.

"Beberapa faktor pemicu kenaikan harga emas belakangan ini di antaranya ada rencana buy back obligasi pemerintah AS, melemahnya harga minyak mentah, sikap Bank Sentral AS yang akan menahan besaran bunga acuan, data ekonomi yang belum menunjukkan adanya gangguan inflasi tak terkendali, hingga tensi geopolitik yang cenderung stabil," ujar Gunawan.

Ia menambahkan, ancaman sanksi ekonomi AS terhadap Iran juga tidak se-agresif perkiraan pasar sebelumnya. Hal itu turut meredakan kekhawatiran pasar.

2. Fundamental masih kuat, rawan volatilitas

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Mengacu pada sejumlah sentimen tersebut, Gunawan menilai harga emas ke depan masih berpeluang bergerak sangat volatil. Namun secara fundamental, eskalasi perang yang memburuk akan memicu ketakutan di kalangan pelaku pasar sehingga mereka cenderung mengakumulasi aset safe haven.

"Sehingga pada dasarnya saat tensi geopolitik memburuk, fundamental emas kian menguat," katanya.

Gunawan menuturkan, koreksi harga emas sebelumnya yang sempat melemah di bawah $4.000 per ons troy lebih disebabkan kekhawatiran akan kenaikan bunga acuan The Fed. Namun kekhawatiran itu kini mulai memudar, meskipun harga minyak mentah beberapa kali mencoba mendekati $100 per barel.

"Ini artinya pasar tidak lagi memberikan bobot yang signifikan terkait spekulasi kenaikan bunga acuan ke depan, meskipun inflasi masih menjadi ancaman serius perekonomian global," jelasnya.

3. Peluang sentuh $5.000, koreksi tertahan di $4.500

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Dengan kondisi tersebut, Gunawan memperkirakan harga emas berpeluang melanjutkan tren kenaikan. Pada tahun ini, harga emas berpeluang kembali mencoba menyentuh level $5.000 per ons troy. Meski demikian, secara teknikal harga emas masih berpeluang mengalami koreksi dalam jangka pendek.

"Walau demikian, potensi koreksi teknikal dalam waktu dekat masih akan mampu tertahan di kisaran level psikologis $4.500 per ons," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article